Perempuan Muda di Luwu Timur Tewas di Persawahan, Polisi Dalami Kasus

WaraNews.id — Kematian seorang perempuan muda di areal persawahan Desa Kalaena, Kecamatan Kalaena, Kabupaten Luwu Timur, Kamis (11/6/2026), menyisakan banyak tanda tanya. Korban, Abi Limbong (24), ditemukan tak bernyawa dengan sejumlah luka di tubuhnya saat dalam perjalanan menuju tempat kerja.

Perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai petugas kebersihan di Puskesmas Pembantu (PKM) Kalaena itu diduga menjadi korban tindak kekerasan. Dugaan tersebut menguat setelah pemeriksaan awal menemukan sejumlah luka pada bagian kepala dan tubuh korban.

Abi diketahui meninggalkan rumahnya sekitar pukul 04.00 WITA untuk bekerja. Jarak rumah menuju PKM hanya sekitar 300 meter dan biasa ditempuh dengan berjalan kaki. Namun hingga pukul 05.30 WITA, korban tak kunjung tiba di tempat kerja.

Saudara kandung korban, Tius Marten, mengatakan keluarga mulai khawatir setelah mendapat kabar bahwa Abi belum datang bekerja. Pencarian kemudian dilakukan bersama suami kakaknya.

“Setelah dipastikan korban sudah berangkat dari rumah, kami mencari di sekitar jalur yang biasa dilewati. Sekitar pukul 06.00 WITA, korban ditemukan di area persawahan,” ujarnya.

Korban ditemukan sekitar 200 meter dari rumahnya dalam posisi terlentang. Tubuhnya dipenuhi lumpur, sementara pakaian yang dikenakan masih utuh.

Hasil pemeriksaan luar oleh tenaga medis di PKM Kalaena menemukan sejumlah luka pada tubuh korban, di antaranya luka robek di bagian kepala sebelah kanan, luka terbuka di dahi dan pelipis kanan, luka robek pada kedua telinga, serta luka memar di betis kiri. Temuan tersebut memunculkan dugaan adanya kekerasan yang dialami korban sebelum meninggal dunia.

Meski demikian, penyebab pasti kematian belum dapat dipastikan. Keluarga korban meminta aparat kepolisian melakukan autopsi untuk mengungkap apakah luka-luka tersebut berkaitan langsung dengan penyebab kematian.

Pacar korban, Samuel Krisnandi, mengaku terkejut dengan peristiwa itu. Selama tujuh bulan menjalin hubungan, ia tidak pernah mendengar korban memiliki persoalan serius atau konflik dengan orang lain.

“Saya terakhir berkomunikasi dengan korban sekitar pukul 20.30 WITA malam sebelumnya. Tidak ada cerita tentang masalah atau ancaman yang dialaminya,” katanya.

Kepala Subseksi (Kasubsi) Humas Kepolisian Resor (Polres) Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Ipda Mustajuddin mengatakan jika kasus ini sudah ditangani oleh kepolisian dariĀ  Polsek Mangkutana.

“Tim penyidik telah melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa sejumlah saksi, dan mengumpulkan barang bukti untuk mengungkap kronologi kejadian,” ujarnya..

Kasus ini menjadi perhatian warga setempat karena lokasi penemuan korban berada di jalur yang biasa dilalui menuju tempat kerja dan relatif dekat dengan permukiman penduduk.

Hingga Kamis siang, polisi belum menyimpulkan penyebab kematian Abi Limbong dan masih mendalami berbagai kemungkinan, termasuk dugaan tindak pidana. Hasil autopsi dan pemeriksaan saksi-saksi diharapkan dapat memberi petunjuk untuk mengungkap peristiwa yang merenggut nyawa perempuan berusia 24 tahun tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page