WaraNews.id — Suasana belajar di TK Pertiwi Sungguminasa tampak berbeda, Senin (11/5). Puluhan anak duduk antusias mendengarkan cerita yang dibawakan dalam kegiatan “DWP Mendongeng” bertema “Dengan Dongeng Aku Pintar, Aku Cerdas” yang digelar Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Gowa bersama Pokja Bunda PAUD Kabupaten Gowa.
Kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan bagi anak-anak usia dini. Di tengah tantangan perkembangan teknologi dan pola pengasuhan modern, mendongeng dinilai menjadi cara sederhana namun efektif untuk membangun kedekatan emosional sekaligus menanamkan nilai karakter kepada anak sejak dini.
Ketua DWP Kabupaten Gowa, Suryanti Andy Azis, mengatakan keluarga memiliki peran utama dalam membentuk karakter anak menuju generasi Indonesia Emas 2045. Menurutnya, pendidikan pertama seorang anak dimulai dari lingkungan rumah.
“Orang tua adalah pendidik utama dan pertama bagi anak-anak kita. Dari keluarga, anak belajar tentang kasih sayang, kedisiplinan, dan nilai-nilai kehidupan,” ujarnya.
Ia menilai kebiasaan mendongeng masih relevan diterapkan di tengah era digital saat ini. Selain menciptakan quality time antara orang tua dan anak, aktivitas tersebut juga membantu perkembangan emosional anak agar lebih percaya diri dan nyaman dalam berinteraksi.
Suryanti menyebut, kedekatan yang terbangun melalui cerita sederhana dapat memberi rasa aman bagi anak. Bahkan, ekspresi dan intonasi saat mendongeng mampu membuat anak lebih mudah memahami pesan yang disampaikan.
“Anak-anak merasa lebih dekat ketika diajak bercerita sambil dipeluk atau diajak berimajinasi bersama,” katanya.
Tak hanya memperkuat hubungan emosional, dongeng juga dianggap mampu merangsang perkembangan kognitif anak. Cerita-cerita yang didengar anak dapat memicu daya pikir, imajinasi, hingga kreativitas selama masa pertumbuhan.
Sementara itu, Ketua Pokja Bunda PAUD Kabupaten Gowa, Adriana Jamaluddin, mengingatkan bahwa dongeng bukan hanya cerita pengantar tidur, melainkan sarana pendidikan karakter yang efektif bagi anak usia dini.
Di hadapan siswa TK Pertiwi, Adriana mengajak anak-anak untuk gemar mendengar cerita dan membaca buku. Menurutnya, melalui dongeng anak dapat belajar memahami nilai kejujuran, sopan santun, hingga rasa peduli terhadap sesama.
“Dongeng itu seperti pintu ajaib. Anak-anak bisa belajar banyak hal lewat cerita yang mereka dengarkan,” ujarnya.
Kegiatan mendongeng tersebut berlangsung interaktif. Anak-anak terlihat aktif menjawab pertanyaan, tertawa, hingga ikut menirukan tokoh-tokoh dalam cerita yang dibawakan. Momen itu sekaligus menjadi pengingat bahwa pendidikan karakter dapat dimulai dari hal-hal sederhana yang dekat dengan keseharian anak.











