Ketua HAM-LUTIM Batara Guru Bantah Beri Pernyataan ke Dua Media, Minta Berita Diklarifikasi

MALILI — Himpunan Mahasiswa Luwu Timur (HAM-LUTIM) Batara Guru menyampaikan klarifikasi resmi terkait pemberitaan di dua media online yang mencatut nama Ketua Umumnya, Rishariyadi, S.AP., tanpa melalui proses konfirmasi.

Klarifikasi tersebut disampaikan menyusul terbitnya berita di portal Legion News berjudul “HAM-LUTIM Batara Guru: Pembangunan Harus Hadirkan Keadilan, Bukan Ketakutan” dan di portal Sinyal Tajam berjudul “HAM-LUTIM Batara Guru Kecam Dugaan Tindakan Represif dalam Konflik Agraria Laoli”.

Dalam keterangan tertulis yang diterima, Minggu (2/8/2026), Rishariyadi menegaskan dirinya tidak pernah diwawancarai, dihubungi, dimintai keterangan, maupun memberikan pernyataan kepada wartawan atau redaksi dari kedua media tersebut terkait isu yang diberitakan.

“Saya menyatakan dengan tegas bahwa seluruh kutipan pernyataan yang mengatasnamakan saya di kedua media tersebut adalah pencatutan sepihak. Saya tidak pernah memberikan statemen apa pun kepada Legion News maupun Sinyal Tajam terkait isu tersebut,” tegas Rishariyadi.

Ia menyayangkan munculnya pemberitaan yang menggunakan nama dirinya dan organisasi HAM-LUTIM Batara Guru tanpa melalui mekanisme konfirmasi sebagaimana diatur dalam praktik jurnalistik yang profesional.

Menurutnya, pencantuman pernyataan narasumber tanpa proses verifikasi tidak hanya bertentangan dengan prinsip-prinsip jurnalistik, tetapi juga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan disinformasi di tengah masyarakat.

Rishariyadi menilai setiap media memiliki tanggung jawab untuk memastikan akurasi informasi sebelum dipublikasikan, terlebih jika mencantumkan identitas seseorang sebagai narasumber.

Atas dasar itu, HAM-LUTIM Batara Guru mendesak pimpinan redaksi Legion News dan Sinyal Tajam agar segera memberikan klarifikasi kepada publik, mencabut kutipan yang mengatasnamakan Ketua HAM-LUTIM Batara Guru, atau menurunkan (takedown) berita yang dimaksud.

“Pemuatan pernyataan yang mengatasnamakan pimpinan organisasi tanpa konfirmasi langsung merupakan tindakan yang tidak profesional. Kami meminta kedua media segera memberikan klarifikasi dan mencabut kutipan tersebut atau menurunkan berita yang telah dipublikasikan,” ujarnya.

HAM-LUTIM Batara Guru juga mengimbau seluruh insan pers dan pengelola media siber untuk tetap menjunjung tinggi prinsip akurasi, verifikasi, serta keberimbangan (cover both sides) dalam setiap proses peliputan dan penyajian informasi.

Menurut organisasi tersebut, penerapan prinsip-prinsip jurnalistik secara konsisten merupakan bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap media sekaligus mencegah munculnya informasi yang dapat merugikan pihak tertentu.

Jika akan diterbitkan di media online, saya juga dapat membuat versi yang lebih SEO dengan lead yang lebih kuat dan judul yang lebih menarik untuk meningkatkan keterbacaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *