Yusuf Pombatu Ajak Masyarakat Lestarikan Tradisi Padungku sebagai Identitas Budaya Luwu Timur

NUHA — Anggota DPRD Luwu Timur, Yusuf Pombatu, menegaskan komitmennya mendukung pelestarian budaya lokal sebagai bagian dari identitas dan kekuatan sosial masyarakat. Komitmen itu ditunjukkan dengan menghadiri perayaan Padungku atau pesta panen di Desa Nikkel, Kecamatan Nuha, Sabtu (4/7/2026).

Kehadiran Yusuf Pombatu bersama Wakil Ketua I DPRD Luwu Timur, Jihadin Peruge, menjadi bentuk dukungan DPRD terhadap upaya masyarakat menjaga tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Menurut Yusuf, Padungku bukan sekadar seremoni pesta panen, melainkan warisan budaya yang mengandung nilai syukur, kebersamaan, gotong royong, serta menjadi perekat hubungan sosial di tengah masyarakat.

“Warisan budaya seperti ini harus terus dijaga. Generasi muda perlu mengetahui bahwa kita memiliki tradisi yang menjadi identitas daerah dan patut dibanggakan,” ujar Yusuf Pombatu.

Ia mengatakan, perkembangan pembangunan daerah tidak boleh menggeser nilai-nilai budaya yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Luwu Timur. Justru, budaya lokal harus terus diperkuat agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi penerus.

Menurut Yusuf, pelestarian tradisi seperti Padungku juga menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan. Dengan demikian, nilai-nilai kearifan lokal tetap terjaga di tengah arus modernisasi.

“DPRD akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan masyarakat yang bertujuan melestarikan budaya daerah. Tradisi seperti Padungku bukan hanya milik masyarakat Desa Nikkel, tetapi merupakan kekayaan budaya Luwu Timur yang harus terus dirawat bersama,” katanya.

Yusuf berharap perayaan budaya tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga dapat menjadi media edukasi bagi generasi muda untuk mengenal sejarah, adat istiadat, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur.

Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Luwu Timur, Jihadin Peruge, mengatakan Padungku merupakan wujud rasa syukur masyarakat atas hasil panen sekaligus momentum memperkuat persatuan dan kebersamaan.

“Padungku bukan sekadar pesta panen, tetapi menjadi wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus momentum memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat,” ujar Jihadin.

Perayaan Padungku di Desa Nikkel berlangsung meriah dan dihadiri tokoh adat, tokoh agama, pemerintah desa, serta ratusan warga. Selain menjadi ungkapan syukur atas hasil panen, kegiatan tersebut juga menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus menjaga kelestarian budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Melalui momentum tersebut, DPRD Luwu Timur berharap tradisi Padungku tetap lestari dan terus menjadi bagian dari identitas budaya yang memperkuat karakter serta kebersamaan masyarakat Luwu Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page