MALILI – Dukungan terhadap percepatan pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) kawasan industri di Lampia, Desa Harapan, Kecamatan Malili, kembali ditunjukkan masyarakat. Ratusan warga dari Dusun Laoli dan Lampia memadati halaman Kantor Desa Harapan, Sabtu (1/8/2026), untuk membubuhkan tanda tangan dalam sebuah petisi yang berisi dukungan agar proyek tersebut tetap dilanjutkan.
Sejak pagi, warga datang secara bergelombang. Mereka mengantre untuk menuliskan nama dan tanda tangan pada lembar petisi yang telah disiapkan. Bagi mereka, aksi tersebut bukan sekadar bentuk dukungan, tetapi juga penyampaian aspirasi bahwa pembangunan kawasan industri di atas lahan aset Pemerintah Kabupaten Luwu Timur diharapkan segera terealisasi.
Suasana berlangsung tertib. Warga dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh masyarakat, pemuda hingga ibu rumah tangga, terlihat bergantian menandatangani petisi. Mereka berharap suara yang disampaikan dapat menjadi perhatian pemerintah agar proses pembangunan tidak kembali mengalami hambatan.
Petisi tersebut lahir di tengah proses pengembangan kawasan industri yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Kawasan itu direncanakan menjadi pusat investasi industri hilirisasi yang diyakini mampu menggerakkan roda perekonomian di Kabupaten Luwu Timur melalui peningkatan investasi, penyerapan tenaga kerja, hingga tumbuhnya sektor usaha masyarakat.
Bagi sebagian warga, kehadiran kawasan industri bukan hanya dipandang sebagai proyek pembangunan semata, melainkan peluang untuk memperbaiki taraf hidup masyarakat di sekitar wilayah tersebut. Mereka berharap anak-anak muda di Desa Harapan tidak lagi harus meninggalkan kampung halaman untuk mencari pekerjaan di daerah lain.
Salah seorang warga Lampia, Alam, mengatakan petisi tersebut merupakan bentuk sikap masyarakat yang menginginkan agar pembangunan PSN tetap berjalan sesuai rencana. Menurutnya, semakin cepat proyek direalisasikan, semakin besar peluang ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat setempat.
“Ini merupakan petisi dan harapan kami. Kami sebagai warga dengan tegas menyampaikan agar PSN ini dilanjutkan. Kami yakin kehadiran kawasan industri akan memperbaiki perekonomian desa dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat di sini,” ujarnya.
Alam menilai, selama ini masyarakat telah menaruh harapan besar terhadap investasi yang akan masuk ke kawasan tersebut. Kehadiran industri diyakini akan menciptakan efek berganda, mulai dari meningkatnya aktivitas usaha kecil, jasa transportasi, perdagangan hingga peluang kemitraan bagi pelaku UMKM lokal.

Hal senada juga disampaikan sejumlah warga lainnya yang mengikuti penandatanganan petisi. Mereka berharap pembangunan kawasan industri dapat berjalan berdampingan dengan perlindungan hak-hak masyarakat serta tetap memperhatikan aspek sosial, lingkungan, dan pemberdayaan warga lokal sebagai bagian dari proses pembangunan.
Dukungan melalui petisi ini sekaligus menjadi gambaran bahwa sebagian masyarakat di sekitar kawasan proyek menginginkan percepatan realisasi investasi yang selama ini dinilai membawa harapan baru bagi pertumbuhan ekonomi Desa Harapan. Warga berharap proses pembangunan dapat berlangsung kondusif sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
Kawasan industri di Lampia sendiri merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional yang akan dikembangkan di atas lahan aset Pemerintah Kabupaten Luwu Timur. Proyek tersebut diproyeksikan menjadi salah satu pusat pengembangan industri hilirisasi di wilayah timur Indonesia yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan daya saing investasi, serta membuka ribuan peluang kerja bagi masyarakat.
Melalui petisi yang ditandatangani secara bersama-sama itu, warga berharap seluruh pihak dapat mendukung penyelesaian proses pembangunan secara damai dan sesuai ketentuan yang berlaku. Bagi mereka, percepatan PSN bukan hanya tentang pembangunan kawasan industri, tetapi juga tentang harapan akan masa depan ekonomi yang lebih baik bagi generasi muda di Desa Harapan dan Kabupaten Luwu Timur.











