Dinosaurus Foskeia pelendonum Ditemukan di Spanyol, Seukuran Ayam

Dinosaurus Foskeia pelendonum (int).

WaraNews.id — Tim peneliti internasional berhasil mengidentifikasi spesies dinosaurus baru bernama Foskeia pelendonum, herbivora kecil yang hidup pada periode Kapur Awal di wilayah yang kini dikenal sebagai Vegagete, Burgos, Spanyol. Temuan tersebut dilaporkan oleh Science Daily dan menambah catatan penting dalam sejarah evolusi dinosaurus pemakan tumbuhan.

Dengan panjang tubuh hanya sekitar setengah meter kira-kira seukuran ayam Foskeia menjadi salah satu dinosaurus ornithopoda terkecil yang pernah ditemukan. Fosilnya berasal dari sedikitnya lima individu dan pertama kali ditemukan oleh Fidel Torcida Fernandez-Baldor dari Museum Dinosaurus Salas de los Infantes, Spanyol.

Sejak awal penelitian, ukuran tulang yang sangat kecil langsung menarik perhatian para ilmuwan. Namun, yang paling mengejutkan bukan hanya dimensinya, melainkan struktur tengkorak yang ternyata berkembang sangat kompleks.

Penelitian yang dipimpin Paul-Emile Dieudonne dari Universidad Nacional de Río Negro, Argentina, menunjukkan bahwa miniaturisasi tidak selalu berarti penyederhanaan evolusi. Meski bertubuh kecil, Foskeia memiliki tengkorak dengan struktur rumit serta inovasi anatomi yang tidak terduga.

Para peneliti menegaskan bahwa Foskeia bukan sekadar versi kecil dari dinosaurus besar seperti Iguanodon. Anatominya dinilai unik dan berbeda, bahkan berpotensi mengubah pemahaman tentang hubungan kekerabatan dinosaurus pemakan tumbuhan.

Melalui pemodelan evolusi terbaru, tim peneliti menemukan bahwa Foskeia memiliki hubungan terdekat dengan dinosaurus asal Australia, Muttaburrasaurus. Temuan ini menempatkannya dalam kelompok Rhabdodontomorpha dan sekaligus memperluas keragaman klad Rhabdodontia di Eropa.

Penemuan tersebut juga membantu mengisi celah sekitar 70 juta tahun dalam catatan evolusi dinosaurus herbivora. Selain itu, analisis yang dilakukan turut mendukung kembali hipotesis lama mengenai pengelompokan dinosaurus pemakan tumbuhan dalam satu kelompok alami yang disebut Phytodinosauria, meskipun hipotesis ini masih memerlukan pengujian lebih lanjut.

Studi mikroskopis pada tulang, yang diawasi Dr. Koen Stein dari Vrije Universiteit Brussel, Belgia, menunjukkan bahwa spesimen terbesar berasal dari individu yang telah mencapai fase dewasa sepenuhnya. Struktur mikro tulangnya mengungkap pola metabolisme yang mendekati mamalia kecil atau burung.

Temuan tersebut membantu ilmuwan memahami pola pertumbuhan Foskeia, sekaligus membedakan ciri individu dewasa dan individu muda. Individu muda biasanya mengalami perubahan anatomi seiring pertumbuhan, sehingga analisis perkembangan menjadi kunci penting dalam membandingkannya dengan spesies lain.

Walau bertubuh mungil, Foskeia diperkirakan mampu beradaptasi dengan baik di lingkungannya. Ia memiliki gigi khusus untuk memakan tumbuhan dan kemungkinan mengandalkan kecepatan tinggi dalam waktu singkat untuk bergerak di habitat hutan lebat.

Jejak Dinosaurus di Spanyol

Penelitian paleontologi di Spanyol juga mengungkap spesies dinosaurus sauropoda baru yang hidup sekitar 75 juta tahun lalu di wilayah Cuenca. Temuan ini dipublikasikan dalam studi yang dipimpin ahli paleontologi asal Portugal, Pedro Mocho, dari Instituto Dom Luiz, University of Lisbon’s Faculty of Sciences (CIÊNCIAS).

Pedro Mocho, dari Instituto Dom Luiz, University of Lisbon’s Faculty of Sciences (CIÊNCIAS).

Dilansir dari laman SciTechDaily, spesies tersebut diberi nama Qunkasaura pintiquiniestra. Fosilnya ditemukan di situs Lo Hueco, sebuah lokasi kaya fosil yang terungkap saat pembangunan jalur kereta cepat Madrid–Levante (AVE) pada tahun 2007.

Sejak penemuan awal tersebut, lebih dari 12.000 fosil berhasil diidentifikasi dari lokasi itu. Koleksi tersebut menjadikan Lo Hueco sebagai salah satu situs vertebrata fosil paling penting dari periode Kapur Akhir di Eropa.

Berbagai penelitian terhadap koleksi tersebut terus dilakukan melalui proyek nasional dengan dukungan dari Junta de Comunidades de Castilla-La Mancha. Kajian ini membantu para ilmuwan memahami ekosistem Eropa barat daya pada masa Kapur Akhir sekaligus mengidentifikasi sejumlah spesies baru.

“Studi terhadap spesimen ini memungkinkan kami mengidentifikasi untuk pertama kalinya keberadaan dua garis keturunan berbeda dari kelompok saltasauroid di satu lokasi fosil yang sama,” jelas Pedro Mocho, seperti dikutip dari SciTechDaily.

Menurutnya, salah satu kelompok tersebut adalah Lirainosaurinae, yang cukup dikenal di wilayah Iberia dan mencakup dinosaurus berukuran kecil hingga menengah yang berevolusi dalam ekosistem kepulauan.

Pada masa Kapur Akhir, wilayah Eropa diketahui bukanlah satu daratan utuh, melainkan gugusan pulau besar. Kondisi geografis ini berperan penting dalam membentuk keragaman spesies dinosaurus yang hidup di kawasan tersebut.

Namun, Qunkasaura termasuk dalam kelompok sauropoda lain yang di Semenanjung Iberia diwakili oleh spesies berukuran menengah hingga besar sekitar 73 juta tahun lalu. Hal ini menunjukkan bahwa garis keturunan tersebut kemungkinan tiba di wilayah Iberia jauh lebih lambat dibandingkan kelompok dinosaurus lainnya.

Temuan Penting dari Fosil Lo Hueco

Salah satu ciri paling menonjol dari situs Lo Hueco adalah banyaknya kerangka parsial dinosaurus sauropoda berukuran besar temuan yang jarang ditemukan di wilayah Eropa lainnya.

Qunkasaura pintiquiniestra menjadi istimewa karena merupakan salah satu kerangka sauropoda paling lengkap yang pernah ditemukan di Eropa. Fosilnya meliputi tulang leher, punggung, ekor, sebagian panggul, serta sejumlah elemen tungkai.

Morfologi uniknya, terutama pada ruas tulang ekor, memberikan wawasan baru tentang dinosaurus non-burung di Semenanjung Iberia, kelompok yang sebelumnya masih belum banyak dipahami.

Qunkasaura pintiquiniestra, Dinosaurus Sauropoda. (Pixabay)

Para peneliti mengidentifikasi Qunkasaura sebagai bagian dari kelompok saltasaurid opisthocoelicaudine, yang diketahui berasal dari belahan bumi utara atau Laurasia.

Temuan tersebut dipublikasikan dalam studi berjudul “A Spanish saltasauroid titanosaur reveals Europe as a melting pot of endemic and immigrant sauropods in the Late Cretaceous” yang terbit di jurnal Communications Biology.

Sementara itu, sebagian besar sauropoda dari Eropa barat daya pada masa Kapur Akhir termasuk Lohuecotitan pandafilandi yang sebelumnya juga ditemukan di Lo Hueco tergolong dalam kelompok Lirainosaurinae, yaitu sauropoda yang bersifat eksklusif di benua Eropa.

Penelitian ini menunjukkan bahwa Lo Hueco merupakan satu-satunya tempat yang diketahui memperlihatkan kedua kelompok tersebut hidup berdampingan. Para peneliti bahkan mengusulkan pembentukan kelompok baru bernama Lohuecosauria, yang mencakup perwakilan dari kedua garis keturunan tersebut.

Kelompok ini diperkirakan berasal dari benua selatan Gondwana sebelum akhirnya menyebar ke berbagai wilayah dunia.

Nama Qunkasaura pintiquiniestra memiliki akar yang kuat pada unsur geografis dan budaya lokal.

Kata Qunka diambil dari etimologi kuno nama daerah Cuenca dan Fuentes, sementara Saura merupakan bentuk feminin dari kata Latin saurus yang berarti “kadal”, sekaligus penghormatan kepada pelukis Antonio Saura.

Adapun pintiquiniestra merujuk pada tokoh raksasa Ratu Pintiquiniestra, karakter dalam kisah yang disebut dalam novel Don Quijote de la Mancha karya Cervantes.

Pedro Mocho menjelaskan bahwa situs Lo Hueco masih menyimpan sejumlah kerangka dinosaurus sauropoda yang belum diidentifikasi.

Menurutnya, spesimen-spesimen tersebut kemungkinan merupakan spesies baru yang dapat membantu ilmuwan memahami lebih jauh proses evolusi dinosaurus purba.

Museum Sarang Telur Dinosaurus.

Penelitian ini merupakan bagian dari proyek yang dijalankan oleh Evolutionary Biology Group di UNED, dengan fokus pada ekosistem dinosaurus yang pernah berkembang di wilayah tengah Semenanjung Iberia.

Sebagian kerangka Qunkasaura kini telah dipamerkan di Museum Paleontologi Castilla-La Mancha di Cuenca, Spanyol.

Temuan Penting Dinosaurus di Spanyol

Beberapa penemuan dinosaurus penting dari wilayah Spanyol dalam beberapa tahun terakhir antara lain:

Foskeia pelendonum (2026)
Dinosaurus ornithopoda terkecil yang ditemukan di Vegagete, Burgos. Hidup sekitar 125 juta tahun lalu dengan panjang tubuh hanya sekitar setengah meter.

Riojavenatrix lacustris (2025)
Spesies spinosaurus baru, theropoda besar pemakan daging yang ditemukan oleh tim ahli paleontologi di La Rioja.

Qunkasaura pintiquiniestra (2025)
Sauropoda leher panjang raksasa yang ditemukan di situs Lo Hueco, Cuenca, berusia sekitar 75 juta tahun.

Abditosaurus kuehnei (2022)
Titanosauria raksasa sepanjang 17,5 meter dengan berat sekitar 14 ton, ditemukan di Catalan Pyrenees (Orcau).

Sarang Telur Dinosaurus (2013)
Ratusan fosil telur dan cangkang telur dari berbagai spesies sauropoda ditemukan di Coll de Nargó, menandakan kawasan tersebut sebagai salah satu wilayah sarang dinosaurus penting di Eropa. (Sumber: SciTechDaily & Berbagai sumber)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *