LUWU TIMUR – Upaya menjaga ekosistem pesisir terus dilakukan melalui kolaborasi lintas pihak di Kabupaten Luwu Timur. PT Vale Indonesia Tbk bersama Universitas Hasanuddin, Sorowako Diving Club, aktivis lingkungan, dan relawan melakukan penanaman mangrove, transplantasi lamun, serta aksi bersih pantai di kawasan Mangkasa Point, Desa Harapan, Kecamatan Malili, Sabtu (29/8/2026).
Kegiatan yang melibatkan sekitar 50 peserta tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Konservasi Alam Nasional. Para peserta dibagi dalam tiga kelompok untuk melakukan penanaman mangrove, transplantasi lamun, dan membersihkan kawasan pesisir.
Dalam kegiatan itu, sebanyak 50 bibit mangrove jenis Avicennia atau api-api ditanam di sepanjang pesisir Mangkasa Point. Sementara di kawasan perairan, dilakukan transplantasi 200 lamun jenis Enhalus acoroides.
Kedua ekosistem tersebut memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan kawasan pesisir. Mangrove berfungsi menahan abrasi, menjadi habitat berbagai biota, sekaligus menyerap karbon. Sementara lamun menjadi habitat, tempat mencari makan dan berkembang biak bagi berbagai organisme laut serta berperan dalam menyimpan karbon biru (blue carbon).
Head of External Relations PT Vale Indonesia Growth Project Sorowako Limonite (IGP Sorlim), Yusri Yunus, mengatakan pelestarian lingkungan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari komitmen perusahaan dalam menjalankan praktik pertambangan berkelanjutan.
Menurutnya, perlindungan ekosistem tidak dapat dilakukan oleh satu pihak, tetapi membutuhkan keterlibatan pemerintah, akademisi, masyarakat, komunitas, hingga dunia usaha.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menegaskan bahwa upaya pelestarian lingkungan tidak dapat dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi dan komitmen bersama agar langkah yang kita lakukan hari ini memberikan dampak nyata bagi masa depan,” ujar Yusri.
Ia mengatakan penanaman mangrove dan transplantasi lamun merupakan bagian dari upaya mendukung konservasi keanekaragaman hayati sekaligus memperkuat ketahanan lingkungan pesisir.
“Hari ini kita sudah menanam harapan untuk masa depan. Mari bersama-sama menjaga dan menyebarluaskan semangat konservasi ini agar apa yang kita lakukan tidak berhenti di sini, melainkan terus diwariskan kepada anak cucu kita,” katanya.
Sementara itu, Head of Sorowako Limonite Project, Suharpiyu Wijaya, mengatakan aspek keberlanjutan menjadi salah satu fondasi dalam pengembangan proyek PT Vale, termasuk IGP Sorowako Limonite.
Menurutnya, keterlibatan perusahaan dalam kegiatan konservasi di Mangkasa Point merupakan bagian dari tanggung jawab untuk menciptakan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat.
“Mungkin langkah yang kita lakukan hari ini terlihat sederhana, tetapi inilah awal dari legacy yang ingin kita tinggalkan untuk masa depan. Kami ingin menghadirkan program keberlanjutan yang memberikan manfaat nyata dan dapat terus berkembang melalui dukungan seluruh pihak,” ungkap Suharpiyu.
Ia berharap berbagai kegiatan konservasi yang dilakukan bersama para pemangku kepentingan dapat berkembang menjadi ruang pembelajaran dan praktik pengelolaan lingkungan yang dapat direplikasi di wilayah lain.
Dari sisi akademik, St. Firjatih Widhah dari tim Pusat Penelitian Sumber Daya Alam LPPM Universitas Hasanuddin mengatakan ekosistem lamun masih belum banyak mendapat perhatian dibandingkan ekosistem pesisir lainnya.
Padahal, kata dia, lamun memiliki fungsi ekologis yang penting, termasuk dalam menyerap dan menyimpan karbon.
“Secara global, perhatian terhadap konservasi lamun masih relatif rendah. Padahal berbagai penelitian menunjukkan bahwa lamun memiliki kapasitas penyimpanan karbon yang sangat besar dan berkontribusi signifikan dalam mitigasi perubahan iklim,” jelasnya.
Ia mengatakan transplantasi lamun di Mangkasa Point dilakukan setelah melalui pengukuran terhadap sejumlah parameter lingkungan dan kajian teknis untuk menentukan lokasi yang sesuai.
Menurutnya, keberhasilan rehabilitasi lamun membutuhkan proses panjang dan pemantauan secara berkelanjutan.
“Kami mengapresiasi PT Vale yang bersedia mengambil peran dalam restorasi lamun. Upaya ini bukanlah pekerjaan yang mudah. Kami berharap transplantasi lamun di perairan Mangkasa Point ini dapat tumbuh dan berkembang sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi ekosistem pesisir,” katanya.
Selain menanam dan melakukan transplantasi, para relawan juga membersihkan kawasan pantai. Keterlibatan komunitas dan generasi muda dinilai penting untuk memastikan kegiatan konservasi tidak berhenti pada penanaman, tetapi berlanjut pada pemeliharaan dan pengawasan ekosistem.
Kegiatan di Mangkasa Point juga menjadi bagian dari rangkaian program lingkungan PT Vale bersama para pemangku kepentingan di Desa Pasi-Pasi dan wilayah sekitarnya.
Melalui rehabilitasi mangrove dan lamun, PT Vale bersama mitra berharap kawasan pesisir Luwu Timur semakin memiliki daya tahan terhadap tekanan lingkungan dan perubahan iklim. Pemantauan terhadap ekosistem yang telah direhabilitasi juga akan menjadi bagian penting untuk memastikan manfaat konservasi dapat berlangsung dalam jangka panjang.











