PMD Luwu Timur Kawal Penguatan Usaha Desa Melalui Pandu Juara

WaraNews.id — Pemerintah Kabupaten Luwu Timur mulai mematangkan pelaksanaan Program Pembangunan Desa Unggul, Maju, dan Sejahtera (Pandu Juara) Tahun 2026 sebagai upaya memperkuat ekonomi desa melalui pengembangan usaha berbasis masyarakat. Program tersebut menjadi salah satu strategi daerah dalam mendorong kemandirian desa melalui penguatan Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma).

Pembahasan program berlangsung dalam Rapat Koordinasi Pengarahan dan Pendampingan Program Pandu Juara di Aula Sasana Praja Kantor Bupati Luwu Timur, Selasa (19/5/2026), yang dihadiri pemerintah daerah, camat, kepala desa, tenaga ahli pendamping desa, hingga pengurus dan pengawas BUMDesma se-Luwu Timur.

Program Pandu Juara 2026 dirancang melalui skema Bantuan Keuangan Bersifat Khusus (BKK) yang disalurkan sebagai penyertaan modal kepada BUMDesma untuk mengelola berbagai potensi usaha produktif di desa.

Fokus pemerintah daerah dalam program tersebut tidak hanya pada penyaluran anggaran, tetapi juga memastikan pengelolaan usaha desa berjalan efektif, produktif, dan memberi dampak langsung terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Luwu Timur menjadi salah satu perangkat daerah yang berperan penting dalam mengawal pelaksanaan program mulai dari perencanaan, penguatan kelembagaan BUMDesma, hingga pengawasan administrasi dan pelaksanaan usaha di lapangan.

Mewakili Bupati Luwu Timur, Staf Ahli Hukum dan Pemerintahan, Aswan Aziz, mengatakan Program Pandu Juara diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa melalui pengelolaan usaha yang terarah dan berkelanjutan.

“Pemkab Luwu Timur ingin memastikan anggaran yang disalurkan ke desa benar-benar aman dan langsung bekerja untuk masyarakat,” kata Aswan Aziz.

Menurutnya, keberadaan BUMDesma menjadi instrumen penting dalam menciptakan peluang usaha baru di desa sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat dan desa.

Sejumlah BUMDesma yang masuk dalam program tersebut di antaranya BUMDesma Lumbung Dewi Sri Juara, Maju Sejahtera Lutim, Pesisir Juara Lutim, dan Batara Guru Juara Lutim Abadi. Masing-masing diharapkan mampu mengembangkan sektor usaha sesuai potensi wilayahnya, mulai dari pertanian, perikanan hingga sektor ekonomi produktif lainnya.

Dalam rakor tersebut, pemerintah daerah juga melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah teknis seperti Inspektorat, Bapperida, Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, Dinas Lingkungan Hidup, PUPR, PTSP, Bagian Hukum hingga Unit Layanan Pengadaan (ULP) guna memperkuat sinergi pelaksanaan program.

Melalui Program Pandu Juara 2026, Pemkab Luwu Timur menargetkan terciptanya desa yang lebih mandiri secara ekonomi dengan dukungan BUMDesma yang aktif, profesional, dan mampu mengelola potensi lokal menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di wilayah pedesaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page