442 Nasabah Baru Serbu Bank Sampah Cemara, Antusiasme ASN Meningkat Tajam

WaraNews.id — Aktivitas menabung sampah di Bank Sampah Cemara pada Rabu (1/4/2026) berlangsung lebih ramai dari biasanya. Sejak pagi, lokasi kegiatan dipadati nasabah yang datang membawa berbagai jenis sampah terpilah, mulai dari kardus bekas, kertas, hingga botol plastik, untuk disetorkan sebagai tabungan.

Pelayanan berlangsung secara tertib dengan alur penimbangan dan pencatatan yang dilakukan oleh pengurus. Setiap sampah yang disetor ditimbang, kemudian nilainya dicatat dalam buku tabungan nasabah. Sistem ini tidak hanya mendorong kebiasaan memilah sampah, tetapi juga memberi nilai ekonomi bagi masyarakat.

Menariknya, antrean panjang pada hari tersebut tidak hanya diisi oleh nasabah lama. Sebagian besar yang datang merupakan aparatur sipil negara (ASN) yang ingin mendaftar sebagai nasabah baru. Proses pendaftaran dilakukan dengan menyerahkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) serta setoran awal minimal dua kilogram sampah.

Lonjakan minat masyarakat terhadap program bank sampah telah terlihat dalam beberapa minggu terakhir. Pengurus mencatat banyaknya pertanyaan yang masuk terkait mekanisme pendaftaran dan manfaat menabung sampah, terutama dari kalangan ASN di wilayah Kabupaten Luwu Timur. Antusiasme tersebut mencapai puncaknya pada hari pelaksanaan, dengan total 442 orang resmi terdaftar sebagai nasabah baru.

Manajer Bank Sampah Cemara, Muh Risal, mengungkapkan bahwa tingginya jumlah pendaftar membuat pengurus harus bekerja ekstra untuk melayani masyarakat.

“Antusiasme nasabah hari ini sangat tinggi, bahkan kami sempat kewalahan melayani antrean. Namun ini menjadi indikator positif bahwa edukasi dan sosialisasi yang selama ini dilakukan mulai menunjukkan hasil,” ujarnya.

Ia menambahkan, partisipasi aktif ASN diharapkan mampu menjadi contoh bagi masyarakat luas dalam membangun kebiasaan memilah dan mengelola sampah dari rumah. Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur masyarakat sangat penting dalam mendukung upaya pengurangan volume sampah di daerah.

Selain berdampak pada kebersihan lingkungan, sistem tabungan sampah juga memberikan manfaat ekonomi bagi nasabah. Setiap setoran sampah memiliki nilai rupiah yang dicatat sebagai saldo tabungan, sehingga masyarakat tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga memperoleh keuntungan finansial dari kebiasaan tersebut.

Program bank sampah dinilai sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam menekan permasalahan sampah rumah tangga. Melalui pola pengelolaan berbasis masyarakat, sampah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dapat diolah menjadi sumber ekonomi sekaligus mengurangi beban tempat pembuangan akhir.

Dengan semakin meningkatnya partisipasi masyarakat, pengelola berharap Bank Sampah Cemara dapat berkembang menjadi pusat edukasi lingkungan yang lebih luas. Tidak hanya sebagai tempat menabung sampah, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.

 

Editor: Fritz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page