Roberto Martinez Tetap Percaya Ronaldo, Kritik Terus Mengalir di Piala Dunia 2026

HOUSTON, TEXAS — Timnas Portugal datang ke Piala Dunia 2026 dengan status sebagai salah satu kandidat kuat untuk melangkah jauh. Namun, di balik kualitas skuad yang dipenuhi pemain bintang, masih ada satu pertanyaan besar yang terus membayangi perjalanan mereka: apakah Cristiano Ronaldo masih layak menjadi starter di turnamen sebesar Piala Dunia?

Perdebatan itu kembali mengemuka setelah penampilan kurang meyakinkan Ronaldo saat Portugal ditahan imbang 1-1 oleh Kongo DR, Rabu (24/6/2026). Pada usia 41 tahun, legenda sepak bola Portugal tersebut kembali menjadi pusat perhatian, bukan karena gol atau aksi gemilangnya, melainkan karena pertanyaan yang sudah berulang kali muncul dalam beberapa tahun terakhir.

Situasi yang dihadapi pelatih Portugal, Roberto Martinez, sesungguhnya tidak jauh berbeda dengan yang dialami pendahulunya, Fernando Santos, pada Piala Dunia 2022 di Qatar. Saat itu, Santos akhirnya mengambil keputusan berani dengan mencadangkan Ronaldo pada fase gugur melawan Swiss dan Maroko setelah menilai performanya mulai menurun.

Empat tahun berlalu, namun Portugal masih menghadapi dilema yang sama. Bagi banyak pendukung Portugal, kisah ini sebenarnya diperkirakan telah berakhir di Qatar. Pada usia 37 tahun saat itu, Ronaldo dianggap sudah tidak berada dalam performa terbaiknya. Keputusan Santos mencadangkannya memang mengejutkan, tetapi dinilai memiliki dasar yang kuat dari sisi teknis.

Tidak lama setelah Piala Dunia 2022 berakhir, Fernando Santos meninggalkan kursi pelatih dan digantikan Roberto Martinez. Pada periode yang sama, Ronaldo juga mengakhiri petualangannya di sepak bola elite Eropa setelah bergabung dengan klub Arab Saudi, Al Nassr, menyusul perpisahan kontroversialnya dengan Manchester United.

Banyak pihak meyakini saat itu Portugal akan memasuki era baru tanpa Ronaldo sebagai pusat permainan. Namun, pergantian generasi yang diprediksi terjadi ternyata tidak pernah benar-benar terwujud.

Ronaldo tidak pernah mengumumkan pensiun dari tim nasional. Sebaliknya, Martinez terus memanggilnya ke skuad dan memberinya peran penting seperti yang dilakukan Santos sebelumnya.

Akibatnya, Portugal kembali memasuki Piala Dunia dengan perdebatan yang sama. Bedanya, kali ini Martinez tampak lebih yakin dibandingkan Santos bahwa Ronaldo masih mampu bersaing di level tertinggi.

Sebelum Piala Dunia 2022, Fernando Santos dan staf pelatihnya bahkan sempat membahas kemungkinan menggunakan Ronaldo sebagai pemain pengganti yang masuk pada momen tertentu. Namun pendekatan seperti itu sejauh ini belum terlihat dari Martinez.

Pelatih asal Spanyol tersebut juga mulai menunjukkan kejenuhan menghadapi pertanyaan yang terus berulang mengenai Ronaldo.

Menjelang Euro 2024, ketika ditanya apakah Ronaldo masih layak menjadi starter, Martinez menjawab dengan balik bertanya kepada wartawan.

“Apakah Anda tahu berapa menit bermain Cristiano bersama Al Nassr musim lalu?” katanya.

Ketika wartawan menjawab bahwa Ronaldo tampil sebagai starter di hampir seluruh pertandingan, Martinez hanya tersenyum.

“Anda sudah menjawab pertanyaan Anda sendiri,” ujarnya.

Martinez memahami bahwa setiap konferensi pers yang dijalaninya hampir selalu akan diwarnai pertanyaan tentang Ronaldo. Karena itu, ia kerap menggunakan statistik sebagai dasar untuk mempertahankan keputusannya.

“Bagi seorang pelatih, memiliki pemain yang mencetak 25 gol dalam 30 pertandingan terakhir bersama tim nasional adalah sebuah anugerah,” kata Martinez pada Februari lalu.

Data memang mendukung argumennya. Ronaldo menjadi pencetak gol terbanyak UEFA Nations League 2024-2025 yang berhasil dimenangkan Portugal. Ia juga mencetak gol penting saat menghadapi Jerman di semifinal dan Spanyol di partai final.

Di level klub, catatan produktivitasnya juga masih mengesankan. Bersama Al Nassr musim lalu, Ronaldo mencetak 30 gol dalam 37 pertandingan. Musim sebelumnya, ia bahkan membukukan 35 gol dari 41 laga.

Namun para pengkritiknya memiliki argumen berbeda. Mereka menilai kompetisi Liga Pro Arab Saudi tidak bisa disamakan dengan ketatnya persaingan di liga-liga elite Eropa. Selain itu, Ronaldo juga belum mencetak gol dari permainan terbuka pada turnamen besar sejak Euro 2020 yang berlangsung pada Juni 2021.

Meski demikian, Martinez tetap berpegang pada data dan statistik. Ketika ditanya mengapa tetap mempertahankan Ronaldo di lapangan dalam waktu yang lama saat menghadapi Kongo DR, jawabannya tidak berubah.

“Tidak masuk akal menarik keluar pencetak gol terbaik di dunia ketika tim sedang membutuhkan gol,” tegas Martinez.

Pernyataan itu kembali menegaskan posisi sang pelatih. Di tengah kritik yang terus berdatangan, Roberto Martinez masih percaya bahwa Cristiano Ronaldo tetap menjadi bagian penting dalam ambisi Portugal meraih prestasi di Piala Dunia 2026.

Kini, seiring berjalannya turnamen, satu pertanyaan yang sama akan terus mengikuti langkah Portugal: apakah kepercayaan penuh kepada Ronaldo akan berbuah manis, atau justru menjadi beban yang menghambat generasi emas Portugal meraih puncak kejayaan?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page