MALILI — Polemik genangan air yang mengakibatkan kerusakan lahan pertanian warga Desa Pongkeru akhirnya menemui penyelesaian. DPRD Kabupaten Luwu Timur berhasil memediasi kesepakatan antara masyarakat terdampak dan PT Vale Indonesia Tbk dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar di Kantor DPRD, Rabu (8/7/2026).
RDP yang dipimpin Ketua DPRD Luwu Timur, Ober Datte, didampingi Anggota Komisi II Firman Udding dan Wahidin Wahid, menghasilkan kesepakatan bahwa PT Vale Indonesia Tbk akan memberikan kompensasi kepada petani sebesar Rp6,5 juta per hektare. Besaran tersebut dihitung berdasarkan skema asuransi pertanian sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan atas kerugian petani selama musim tanam April hingga September 2025.
Anggota Komisi II DPRD Luwu Timur, Firman Udding, mengatakan DPRD akan mengawal penuh pelaksanaan kesepakatan tersebut agar hak masyarakat benar-benar terpenuhi.
“Kami mengapresiasi adanya titik temu antara masyarakat dan PT Vale. Kesepakatan ini menjadi langkah awal penyelesaian persoalan, namun DPRD tetap akan mengawal hingga seluruh kompensasi diterima oleh petani yang berhak,” ujar Firman.
Ia menegaskan DPRD mendukung investasi yang masuk ke Luwu Timur, tetapi perusahaan juga memiliki tanggung jawab terhadap dampak sosial dan lingkungan yang ditimbulkan.
“Investasi dan pembangunan tentu kita dukung, tetapi jangan sampai mengabaikan hak-hak masyarakat. Kehadiran perusahaan harus memberikan manfaat bagi daerah dan warga, bukan justru menimbulkan kerugian bagi petani,” tegasnya.
Dalam RDP tersebut juga disepakati bahwa PT Vale akan melakukan verifikasi data dan dokumen penerima kompensasi secara ketat agar penyaluran bantuan tepat sasaran.
Selain penyelesaian ganti rugi, DPRD bersama PT Vale dan masyarakat juga berkomitmen menyusun langkah mitigasi jangka menengah dan jangka panjang untuk mencegah persoalan genangan air kembali terjadi.
“Kami ingin memastikan masyarakat memperoleh haknya sekaligus mendorong solusi permanen agar persoalan serupa tidak terulang. Petani harus bisa kembali mengelola lahannya dengan tenang,” tutup Firman.











