WaraNews.id — Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menyambut positif skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) sebagai alternatif pembiayaan pembangunan infrastruktur di tengah keterbatasan anggaran daerah.
Hal itu disampaikan usai menghadiri kegiatan Diseminasi Skema Pembiayaan Infrastruktur Melalui KPBU dan Pembiayaan Lainnya di Gedung Keuangan Negara (GKN) II Makassar, Kamis (11/6).
Menurut Husniah, skema KPBU dapat membantu pemerintah daerah mempercepat pembangunan berbagai sektor strategis tanpa sepenuhnya bergantung pada APBD.
“Ini merupakan salah satu bentuk pembiayaan yang sangat baik untuk membantu pemerintah daerah membangun wilayahnya. Banyak kepala daerah yang tertarik karena keterbatasan anggaran,” ujarnya.
Ia mengatakan, pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan drainase yang selama ini terkendala dana dapat didorong melalui skema tersebut. Di Kabupaten Gowa, pembangunan jalan menjadi kebutuhan yang paling mendesak.
“Untuk Gowa, yang paling dibutuhkan saat ini adalah pembangunan infrastruktur jalan. Itu yang menjadi prioritas,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Sulawesi Selatan, Martha Octavia, mengatakan infrastruktur merupakan faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, keterbatasan fiskal APBN dan APBD menjadi tantangan dalam pembiayaannya.
Menurut Martha, KPBU hadir sebagai solusi dengan melibatkan sektor swasta dalam pembangunan infrastruktur.
“KPBU bukan lagi sekadar alternatif, tetapi menjadi solusi untuk mengatasi keterbatasan fiskal melalui partisipasi dan inovasi dari sektor swasta,” katanya.
Di kesempatan yang sama, Kepala Bank Indonesia Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi, menyebut investasi yang berkualitas menjadi kunci untuk menjaga pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia berharap skema pembiayaan seperti KPBU dapat memperkuat pembangunan infrastruktur, meningkatkan daya saing daerah, serta membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan dunia usaha dalam mempercepat pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan.











