WaraNews.id — Perumdam Waemami Luwu Timur mulai menerapkan penyesuaian tarif air minum tahun 2026. Kebijakan tersebut disosialisasikan langsung Direktur Perumdam Waemami, Andi Maryam, kepada puluhan jurnalis dalam pertemuan di Aula PDAM, Sabtu (23/5/2026).
Dalam pemaparannya, Andi Maryam menjelaskan penyesuaian tarif dilakukan mengacu pada Permendagri Nomor 71 Tahun 2016 tentang perhitungan dan penetapan tarif air minum pada BUMD air minum. Regulasi itu menjadi dasar bagi perusahaan daerah untuk menyesuaikan tarif demi menjaga keberlangsungan operasional sekaligus mempertimbangkan kemampuan pelanggan.
Meski melakukan penyesuaian tarif, Perumdam Waemami memastikan sejumlah kelompok sosial tetap mendapatkan layanan air gratis. Kelompok tersebut meliputi terminal air, hidran umum, serta rumah ibadah seperti masjid, gereja, vihara, pura, dan klenteng.
Selain itu, fasilitas sosial khusus seperti panti asuhan, yayasan negeri, sekolah dasar hingga perguruan tinggi negeri juga dibebaskan dari pembayaran tarif air.
Namun demikian, Andi Maryam menegaskan pihaknya tetap melakukan pengawasan terhadap penggunaan air pada kelompok pelanggan gratis tersebut. Pengawasan dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan hingga praktik pencurian air.
“Walaupun digratiskan, pemakaian tetap kami pantau. Antisipasi ini penting untuk mencegah penyalahgunaan atau pencurian air oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” ujar Andi Maryam.
Menurutnya, Perumdam Waemami kini telah memiliki sistem pemantauan historis penggunaan air yang memudahkan deteksi jika terjadi lonjakan pemakaian tidak wajar.
“Kalau ada indikasi pencurian air, kami bisa langsung mendeteksi melalui histori pemakaian pelanggan,” katanya.
Usai sosialisasi tarif, para jurnalis diajak meninjau langsung sistem pengolahan air milik Perumdam Waemami di Malili. Dalam kunjungan tersebut, perusahaan memperlihatkan proses pengolahan air baku hingga menjadi air bersih yang siap didistribusikan ke pelanggan.
Perumdam Waemami saat ini menggunakan Instalasi Pengolahan Air (IPA) atau Water Treatment Plant yang dilengkapi teknologi filtrasi semi mekanis. Sistem tersebut juga telah terintegrasi dengan semi-SCADA yang memungkinkan pemantauan jaringan distribusi dan proses pengolahan air dilakukan dari ruang kontrol.
Manager Teknik Perumdam Waemami, Irwan, menjelaskan perusahaan saat ini memiliki sembilan IPA yang tersebar di sejumlah wilayah di Luwu Timur.
“Tiga IPA berada di kantor pusat Malili, sementara masing-masing satu IPA berada di Angkona, Mangkutana, Wasuponda, Burau, Tarabbi, dan Wotu,” jelas Irwan.
Selain instalasi pengolahan, Perumdam Waemami juga memiliki Water Storage Tank berkapasitas besar untuk menampung air bersih sebelum dialirkan ke rumah pelanggan. Infrastruktur tersebut disebut menjadi salah satu yang terbesar di Sulawesi Selatan setelah Kota Makassar.
Dengan sistem pengolahan dan pengawasan yang terus diperkuat, Perumdam Waemami menargetkan distribusi air bersih di Kabupaten Luwu Timur dapat berjalan lebih stabil sekaligus meminimalkan potensi kebocoran dan kehilangan air di jaringan distribusi.











