JEPANG — Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) dijadwalkan meluncurkan Teleskop Antariksa Nancy Grace Roman pada 30 Agustus 2026. Teleskop generasi baru ini akan digunakan untuk mengamati alam semesta dengan cakupan yang jauh lebih luas dibandingkan Teleskop Hubble.
Roman memiliki cermin utama berdiameter 2,4 meter dan kamera inframerah berkapasitas 300 megapiksel. NASA menyebut teleskop tersebut memiliki bidang pandang setidaknya 100 kali lebih luas dibandingkan Hubble.
Peluncuran Roman akan dilakukan dari Pusat Antariksa Kennedy, Florida, Amerika Serikat. Setelah mencapai orbit, teleskop diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tiga bulan untuk menjalani pengujian sebelum memulai pengamatan ilmiah.
NASA menargetkan Roman untuk membantu ilmuwan mengungkap sejumlah misteri terbesar di alam semesta, termasuk sifat materi gelap. Teleskop ini juga akan digunakan untuk mencari dan mempelajari planet ekstrasolar yang berada di luar tata surya.
Jepang turut terlibat dalam proyek tersebut melalui kontribusi dalam pengembangan instrumen pengamatan. Salah satu kegunaannya adalah mempelajari atmosfer planet ekstrasolar.
Fasilitas Badan Eksplorasi Antariksa Jepang (JAXA) di Prefektur Nagano, Jepang, juga akan menjadi salah satu stasiun Bumi yang menerima data hasil pengamatan Roman.
Ilmuwan NASA Julie McEnery mengatakan kehadiran Roman berpotensi memberikan dampak besar terhadap berbagai bidang astronomi.
Menurut dia, kemampuan teleskop tersebut untuk mengamati wilayah antariksa yang luas sekaligus menghasilkan temuan yang belum terduga menjadi salah satu hal yang membuat misi Roman penting bagi penelitian astronomi.
McEnery juga berharap keterlibatan Jepang dalam misi tersebut dapat memperkuat penelitian ilmiah dan menghasilkan penemuan baru tentang alam semesta.











