SURABAYA – Dunia sepak bola Indonesia kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya. Legenda sepak bola nasional, Muhammad Basri atau yang akrab disapa Om Basri, meninggal dunia pada Kamis (23/7/2026) pukul 04.50 WIB di salah satu rumah sakit di Surabaya. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar sepak bola Indonesia.
M Basri lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 5 Oktober 1942. Selama lebih dari lima dekade, ia mengabdikan hidupnya untuk sepak bola Indonesia, baik sebagai pemain maupun pelatih. Dedikasi dan prestasinya menjadikan namanya sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah perkembangan sepak bola nasional.
Karier M Basri sebagai pemain dimulai bersama PSM Makassar. Bersama klub berjuluk Juku Eja itu, ia berhasil mengantarkan PSM meraih dua gelar juara Kompetisi Perserikatan secara beruntun pada musim 1964–1965 dan 1965–1966. Penampilannya yang konsisten membuatnya dipercaya memperkuat Tim Nasional Indonesia selama lebih dari satu dekade, yakni pada periode 1962 hingga 1973.
Setelah gantung sepatu, M Basri melanjutkan pengabdiannya sebagai pelatih. Kiprahnya di dunia kepelatihan pun tak kalah gemilang. Ia sukses membawa Persebaya Surabaya menjuarai Perserikatan 1977 sebelum kemudian mencatatkan sejarah bersama NIAC Mitra Surabaya dengan meraih tiga gelar juara Kompetisi Galatama pada 1981, 1982, dan 1986.
Di level nasional, M Basri dua kali dipercaya menangani Timnas Indonesia, masing-masing pada 1983 dan 1989. Salah satu pencapaian terbaiknya adalah mempersembahkan medali perunggu SEA Games 1989 di Kuala Lumpur, Malaysia, yang menjadi salah satu prestasi penting Tim Garuda pada era tersebut.
Selain itu, pengalaman kepelatihannya juga mewarnai sejumlah klub besar Indonesia, di antaranya Arema Malang, Mitra Surabaya, Persela Lamongan, PSS Sleman, hingga Persita Tangerang. Sosoknya dikenal sebagai pelatih yang disiplin, tegas, namun dekat dengan para pemain.
Kepergian M Basri menambah daftar legenda sepak bola Indonesia yang telah berpulang. Warisan dedikasi, prestasi, dan kontribusinya dalam membangun sepak bola nasional akan terus dikenang oleh generasi penerus.
M Basri bukan hanya dikenang sebagai pemain dan pelatih berprestasi, tetapi juga sebagai sosok yang telah memberikan pengabdian panjang bagi kemajuan sepak bola Indonesia. Namanya akan selalu menjadi bagian penting dari sejarah perjalanan sepak bola nasional.











