WaraNews.id — Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Luwu Timur (DLH) memulai rangkaian monitoring dan evaluasi (monev) bagi Calon Sekolah Adiwiyata Nasional (CSAN) 2026, Rabu (15/4).
Kegiatan ini menjadi tahap penting dalam mematangkan kesiapan sekolah-sekolah yang sebelumnya meraih penghargaan Adiwiyata tingkat provinsi pada 2024 agar mampu bersaing di tingkat nasional.
Pelaksanaan monev dijadwalkan berlangsung selama sepekan dengan menyasar 27 sekolah dan madrasah di wilayah Kabupaten Luwu Timur. Sekolah yang menjadi sasaran terdiri dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama yang dinilai memiliki potensi untuk melangkah ke level nasional.
Dalam pelaksanaannya, tim pembina Adiwiyata yang terdiri dari DLH, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Luwu Timur serta Seksi Pendidikan Islam Kementerian Agama Kabupaten Luwu Timur turun langsung ke lapangan. Tim melakukan pendampingan sekaligus memastikan seluruh indikator penilaian telah dipenuhi sesuai standar program Adiwiyata Nasional.
Pendekatan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada kelengkapan administrasi, tetapi juga pada implementasi nyata di lingkungan sekolah. Beberapa aspek utama yang menjadi perhatian meliputi kebersihan dan sanitasi, pengelolaan sampah berbasis lingkungan, pelestarian keanekaragaman hayati, serta konservasi air dan energi.
Melalui penguatan pada berbagai aspek tersebut, DLH berupaya mendorong sekolah tidak hanya unggul di atas kertas, tetapi juga mampu menerapkan budaya peduli lingkungan secara konsisten dalam aktivitas sehari-hari. Evaluasi yang dilakukan secara menyeluruh diharapkan dapat menjadikan sekolah sebagai pusat pembelajaran lingkungan yang aktif dan berkelanjutan.
Selain menjadi bagian dari proses seleksi menuju Adiwiyata Nasional 2026, kegiatan ini juga diarahkan untuk membentuk karakter generasi muda yang memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya menjaga lingkungan. Sekolah diharapkan mampu berperan sebagai agen perubahan yang membawa dampak positif tidak hanya bagi lingkungan sekolah, tetapi juga masyarakat di sekitarnya.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, tenaga pendidik, dan siswa, sekolah-sekolah di Luwu Timur diproyeksikan mampu menjadi contoh dalam penerapan budaya ramah lingkungan. Keberhasilan program Adiwiyata diharapkan tidak berhenti pada pencapaian penghargaan, melainkan menjadi fondasi dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.











