WaraNews.id — Peningkatan mutu layanan kesehatan primer menjadi kunci bagi kualitas hidup dan produktivitas masyarakat di Morowali. Menjawab kebutuhan tersebut, PT Vale Indonesia Tbk melalui Indonesia Growth Project (IGP) Morowali menginisiasi Service Excellence Improvement Program bagi tenaga kesehatan dan staf Puskesmas Bahomotefe,Selasa (28/4/2026).
Sebagai fasilitas layanan kesehatan tingkat pertama di wilayah sekitar operasional perusahaan, Puskesmas Bahomotefe memegang peran strategis dalam memastikan layanan yang mudah diakses, ramah, dan berkualitas. Namun, meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap layanan publik menuntut adanya penguatan budaya pelayanan yang lebih konsisten dan berorientasi pada pasien.
Berbeda dari pelatihan konvensional, program ini dirancang sebagai proses capacity building dan coaching system berkelanjutan selama tiga bulan. Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga mendorong perubahan pola pikir, perilaku, dan kebiasaan kerja tenaga kesehatan melalui sesi kelas, pendampingan lapangan, serta evaluasi berkala.
Materi pendampingan mencakup penguatan nilai-nilai inti pelayanan publik, mulai dari komunikasi efektif dengan pasien, pengelolaan emosi dan empati, hingga profesionalisme tenaga kesehatan. Selain itu, peserta juga didorong untuk mengembangkan sistem layanan yang responsif, akuntabel, dan humanis. Pendekatan partisipatif membuat tenaga kesehatan dapat merefleksikan praktik layanan sehari-hari sekaligus mengidentifikasi ruang perbaikan secara berkelanjutan.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Morowali, Jumiati, yang mewakili kepala dinas, mengapresiasi inisiatif tersebut. Menurutnya, program dengan durasi panjang seperti ini memiliki potensi lebih besar dalam mengubah pola pikir pelayanan tenaga kesehatan.
“Pelatihan pelayanan prima memang pernah dilakukan, tetapi umumnya hanya berlangsung beberapa hari. Program ini berjalan hingga tiga bulan, sehingga lebih memungkinkan terjadinya perubahan mindset. Ini penting karena tenaga kesehatan adalah garda terdepan pelayanan,” ujarnya.
Apresiasi serupa disampaikan Kepala Puskesmas Bahomotefe, Hartia. Ia menilai program ini memberi dampak langsung terhadap peningkatan kualitas layanan.
“Pendampingan ini sangat membantu meningkatkan profesionalisme tenaga kesehatan. Manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh kami, tetapi juga oleh masyarakat sebagai penerima layanan,” katanya.
Pemateri program, Muhlis, menegaskan bahwa pelayanan prima tidak semata soal standar operasional, tetapi juga soal kemampuan memahami kebutuhan pasien secara empatik.
“Kepercayaan masyarakat dibangun dari pengalaman layanan. Karena itu, tenaga kesehatan perlu mampu merespons pasien secara profesional sekaligus humanis,” jelasnya.
Sementara itu, Head of External Regional & Growth PT Vale, Endra Kusuma, menekankan bahwa peningkatan kualitas layanan kesehatan merupakan bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan.
“Kesehatan masyarakat adalah fondasi produktivitas. Operasional perusahaan tidak bisa dipisahkan dari kualitas hidup masyarakat di sekitarnya. Karena itu, kami berkomitmen menghadirkan program yang memberi dampak nyata,” ujarnya.
PT Vale memandang kolaborasi dengan fasilitas kesehatan sebagai investasi sosial jangka panjang. Program ini tidak hanya meningkatkan mutu layanan kesehatan, tetapi juga memperkuat kepercayaan antara masyarakat, pemerintah daerah, dan dunia usaha.
Inisiatif ini juga selaras dengan target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera, tujuan ke-8 terkait pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta tujuan ke-17 mengenai kemitraan. Selain itu, program ini mendukung implementasi kebijakan sektor pertambangan berkelanjutan sebagaimana diatur dalam Kepmen ESDM Nomor 1827 K/30/MEM/2018.
Melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang terintegrasi, PT Vale terus mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat di berbagai sektor. Penguatan layanan kesehatan primer menjadi salah satu langkah strategis untuk mewujudkan masyarakat Morowali yang lebih sehat, produktif, dan berdaya saing.











