WaraNews.id — Koordinasi penanganan bencana di Kabupaten Luwu Timur diperkuat menyusul tingginya potensi bencana di daerah tersebut. Langkah itu ditandai dengan kunjungan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A BASARNAS Makassar, Muhammad Arif Anwar, ke kantor BPBD Kabupaten Luwu Timur, Senin (5/5/2026).
Pertemuan tersebut membahas penguatan sinergi dalam penanganan kedaruratan bencana, khususnya pada operasi pencarian dan pertolongan (SAR). Koordinasi lintas instansi dinilai menjadi faktor penting untuk mempercepat penanganan korban saat terjadi bencana alam maupun kondisi darurat lainnya.
Muhammad Arif Anwar mengatakan, keberhasilan operasi penyelamatan di lapangan sangat ditentukan oleh kecepatan komunikasi dan kesiapan antarinstansi. Karena itu, kerja sama antara BASARNAS dan BPBD perlu terus diperkuat, terutama di daerah dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi seperti Luwu Timur.
“Sinergi yang kuat penting agar respons penanganan di lapangan bisa lebih cepat dan terarah,” ujarnya.
Ia menilai kondisi geografis Luwu Timur yang memiliki wilayah pegunungan, pesisir, hingga kawasan rawan banjir dan longsor membuat kesiapsiagaan harus dilakukan secara maksimal. Dalam kondisi tertentu, keterlambatan koordinasi dapat berdampak pada lambatnya proses evakuasi korban.
Karena itu, selain memperkuat komunikasi, kerja sama tersebut juga diarahkan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pertukaran informasi kebencanaan, hingga pola penanganan operasi SAR yang lebih efektif.
Sementara itu, pihak BPBD Kabupaten Luwu Timur menyambut baik langkah koordinasi tersebut. Penguatan kerja sama dengan BASARNAS dinilai penting untuk mendukung sistem respons cepat daerah dalam menghadapi potensi bencana yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Selama ini, BPBD menjadi garda terdepan dalam penanganan awal berbagai kejadian darurat di daerah, mulai dari banjir, tanah longsor, hingga pencarian warga yang hilang akibat bencana maupun kecelakaan. Karena itu, dukungan koordinasi dengan tim SAR menjadi bagian penting dalam mempercepat proses evakuasi dan meminimalkan risiko korban.
Melalui penguatan sinergi antara BASARNAS dan BPBD, pemerintah berharap penanganan bencana di Luwu Timur tidak hanya lebih cepat, tetapi juga lebih terukur dan efektif dalam melindungi masyarakat saat situasi darurat terjadi.











