WaraNews.id — Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Luwu Timur (BPBD) Luwu Timur membekali mahasiswa profesi ners dengan keterampilan tanggap bencana melalui pelatihan yang digelar bersama STIKES Batara Guru Soroaka dan Palang Merah Indonesia Kabupaten Luwu Timur, Selasa (21/4).
Pelatihan tersebut difokuskan pada peningkatan kemampuan dasar calon tenaga kesehatan dalam menghadapi situasi darurat, mulai dari pertolongan pertama hingga dukungan evakuasi korban.
Pelatihan ini diikuti mahasiswa profesi ners dan turut dihadiri jajaran BPBD serta PMI. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membekali mahasiswa tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga kesiapan menghadapi kondisi darurat di lapangan.
Kepala Pelaksana BPBD Luwu Timur, dr. April, mengatakan pelatihan tanggap bencana memiliki peran penting dalam membentuk tenaga kesehatan yang siap menghadapi situasi darurat. Menurutnya, mahasiswa keperawatan perlu memiliki kemampuan dasar dalam penanganan korban, termasuk pertolongan pertama dan dukungan dalam proses evakuasi.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap mahasiswa memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam menghadapi situasi bencana, karena peran tenaga kesehatan sangat vital pada fase tanggap darurat,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Sekretaris BPBD Luwu Timur, Andrie, yang menilai mahasiswa keperawatan merupakan salah satu garda penting dalam penanganan korban saat bencana terjadi.
Ia menambahkan, keterampilan respons cepat menjadi kebutuhan utama bagi tenaga kesehatan, sehingga pelatihan seperti ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapan mahasiswa dalam bertindak cepat dan tepat di lapangan.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya dibekali keterampilan teknis, tetapi juga kesiapan mental dalam menghadapi berbagai kemungkinan situasi darurat. Diharapkan, lulusan profesi ners nantinya mampu menjadi tenaga kesehatan yang profesional, tangguh, dan siap terlibat langsung dalam penanggulangan bencana di tengah masyarakat.











