Program Bedah Rumah Bantu Warga Miskin Ekstrem di Gowa

WaraNews.id — Upaya menekan angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Gowa terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Gowa. Salah satunya melalui bantuan bedah rumah bagi warga miskin ekstrem di Desa Bontobiraeng Selatan, Kecamatan Bontonompo, Senin (27/4).

Rumah layak huni tersebut diberikan kepada Zubaedah, warga setempat yang selama ini tinggal di rumah dengan kondisi kurang layak. Program ini merupakan hasil kerja sama antara pemerintah daerah dan Bank Syariah Indonesia (BSI).

Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, mengatakan bantuan bedah rumah ini menjadi salah satu langkah nyata pemerintah daerah dalam menuntaskan kemiskinan ekstrem, khususnya melalui program prioritas Gowa Bersama.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan berbagai pihak menjadi kunci dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Melalui kerja sama tersebut, intervensi yang dilakukan diharapkan lebih tepat sasaran.

“Program ini menjadi bagian dari upaya penuntasan kemiskinan ekstrem. Kami bersyukur mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk BSI yang turut membantu mewujudkan rumah layak huni bagi warga,” ujar Husniah.

Ia menambahkan, kesejahteraan masyarakat tidak hanya diukur dari kepemilikan rumah yang layak, tetapi juga dari terpenuhinya kebutuhan dasar lain seperti pendidikan dan layanan kesehatan.

“Anak-anak harus mendapatkan pendidikan yang baik dan masyarakat juga harus mudah mengakses layanan kesehatan. Pemerintah terus berupaya memberikan jaminan pelayanan kesehatan agar masyarakat bisa berobat tanpa terbebani biaya,” jelasnya.

Sementara itu, Manager BSI Maslahat, Ichwan Jufri, menjelaskan bahwa program bedah rumah ini merupakan bagian dari upaya pengentasan kemiskinan ekstrem melalui pemanfaatan dana sosial umat, seperti zakat, infak, dan wakaf yang dihimpun dari nasabah BSI.

Ia menyebutkan, saat ini terdapat tiga program bedah rumah yang diinisiasi, yakni dua unit di Kecamatan Bontonompo dan satu unit di Kecamatan Bajeng. Ke depan, pihaknya berharap kerja sama dengan pemerintah daerah dapat terus berlanjut, termasuk pada program sosial lainnya seperti penanganan stunting.

Bagi Zubaedah, bantuan rumah layak huni tersebut membawa harapan baru bagi keluarganya. Perempuan yang sehari-hari berjualan kue tradisional bannang-bannang itu mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang diterimanya.

“Terima kasih kepada pemerintah dan BSI atas bantuannya. Kami sangat bersyukur karena sekarang bisa tinggal di rumah yang lebih layak,” ujarnya.

Kegiatan peresmian rumah layak huni ini menjadi salah satu langkah konkret pemerintah daerah dalam menekan angka kemiskinan ekstrem sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah pedesaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page