WaraNews.id — Ratusan pemuda yang tergabung dalam Persekutuan Pemuda Gereja Toraja (PPGT) Rayon 4 merayakan Paskah bersama di Gereja Toraja Jemaat Baku, Sabtu (25/04/2026). Kegiatan ini melibatkan pemuda dari tiga klasis, yakni Kalaena, Malili, dan Wotu.
Sejak pagi, suasana di lokasi kegiatan tampak meriah. Beragam permainan bernuansa rohani digelar untuk mempererat kebersamaan antar peserta lintas klasis. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah lomba sambung lirik lagu rohani dari Kidung Jemaat yang diikuti 15 kelompok pemuda.
Selain permainan, panitia juga menghadirkan sesi pembinaan yang membahas peran pemuda gereja di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial. Kegiatan ini dihadiri berbagai unsur gereja serta pemerintah setempat, termasuk Camat Tomoni Timur, Yulius.
Dalam arahannya, Yulius menyoroti pentingnya peran pemuda gereja dalam menghadapi derasnya arus teknologi informasi. Ia menilai generasi muda perlu tetap berpegang pada nilai-nilai iman dan integritas agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijak.
Menurutnya, literasi digital menjadi kebutuhan mendasar bagi pemuda saat ini. Kemampuan menyaring informasi, memahami keamanan digital, serta menggunakan media sosial secara produktif dinilai penting agar teknologi tidak membawa dampak negatif.
Ia juga mendorong pemuda gereja untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu berperan sebagai kreator konten yang memberikan dampak positif, baik melalui konten rohani, edukasi, maupun inovasi digital sederhana.
Lebih jauh, pemuda gereja diharapkan hadir sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Peran tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial, peningkatan literasi teknologi, hingga keterlibatan dalam isu pendidikan, lingkungan, dan kemanusiaan.
Dalam kesempatan itu, Yulius turut mengingatkan pentingnya etika dalam bermedia sosial. Pemuda, menurutnya, harus mampu menjaga kesantunan serta menghindari penyebaran informasi yang dapat memicu perpecahan di ruang digital.
Ia juga menilai penguatan keterampilan nonteknis seperti kepemimpinan, komunikasi, dan manajemen waktu menjadi bekal penting bagi generasi muda. Keseimbangan antara kehidupan digital dan kehidupan nyata, termasuk penguatan spiritual, disebut sebagai kunci menjaga kesehatan mental di tengah derasnya arus informasi.
Perayaan Paskah ini tidak hanya menjadi ajang kebersamaan, tetapi juga momentum untuk memperkuat peran pemuda gereja sebagai generasi yang siap berkontribusi bagi masyarakat, sekaligus menjadi mitra yang aktif dalam mendukung pembangunan daerah.











