MAKASSAR — PT Pertamina Patra Niaga kembali menurunkan harga bahan bakar pesawat (avtur) untuk penerbangan domestik sebesar 14 persen mulai 1 Juli 2026. Penyesuaian ini menjadi penurunan kedua dalam dua bulan terakhir, menyusul pelemahan harga energi global setelah gejolak pasar akibat konflik di Timur Tengah.
Di Bandara Soekarno-Hatta, harga avtur sebelum pajak turun dari Rp22.190 per liter menjadi Rp19.190 per liter. Setelah pajak, harganya turun dari Rp24.697 menjadi Rp21.369 per liter. Penyesuaian serupa juga berlaku di sejumlah bandara utama di Indonesia, termasuk Bandara Sultan Hasanuddin Makassar yang kini menjual avtur seharga Rp22.226 per liter, turun dari sebelumnya Rp26.177 per liter.
Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan penyesuaian harga dilakukan melalui evaluasi rutin setiap bulan dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia, kebijakan fiskal, serta kondisi perekonomian dan daya beli masyarakat.
Menurutnya, selain menjaga harga tetap kompetitif, Pertamina juga memastikan kualitas avtur tetap memenuhi standar sehingga dapat mendukung operasional maskapai secara optimal.
Penurunan harga ini melanjutkan kebijakan serupa yang diberlakukan pada Juni 2026. Pertamina menyatakan mekanisme penyesuaian harga avtur dilakukan secara transparan dan mengikuti formula yang telah ditetapkan pemerintah.
Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan harga avtur dihitung berdasarkan rata-rata harga publikasi internasional dengan acuan utama Mean of Platts Singapore (MOPS) Kerosene/Jet Fuel yang menjadi referensi kawasan Asia.
“Ketika harga energi global mengalami penurunan, maka penyesuaian tersebut akan tercermin pada harga avtur sesuai mekanisme yang berlaku dan formula yang ditetapkan regulator, yakni Kementerian ESDM,” ujarnya.
Selain Soekarno-Hatta dan Sultan Hasanuddin, penurunan harga juga terjadi di sejumlah bandara besar lainnya. Di Bandara Ngurah Rai, Bali, harga avtur turun dari Rp26.133 menjadi Rp22.204 per liter. Di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara, harga turun dari Rp25.699 menjadi Rp21.948 per liter, sedangkan di Bandara Juanda, Surabaya, turun dari Rp25.966 menjadi Rp22.104 per liter.
Saat ini Pertamina Patra Niaga melayani distribusi avtur melalui 72 Aviation Fuel Terminal (AFT) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari bandara internasional hingga bandara perintis.
Penurunan harga avtur diperkirakan akan mengurangi biaya operasional maskapai penerbangan. Namun, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari maskapai mengenai kemungkinan penyesuaian tarif tiket sebagai dampak dari turunnya harga bahan bakar pesawat tersebut.











