Perjalanan Lionel Messi Bersama Argentina, dari Kritik hingga Juara Dunia

Lionel Messi.

BUENOS AIRES — Lionel Messi menutup perjalanan panjangnya bersama tim nasional Argentina dengan warisan prestasi yang sulit disamai. Setelah bertahun-tahun menghadapi kritik, kegagalan, tekanan publik hingga keraguan terhadap kepemimpinannya, Messi akhirnya mengubah semuanya menjadi rentetan gelar dan momen bersejarah bersama Argentina.

Puncak perjalanan itu terjadi ketika Messi membawa Argentina menjuarai Copa América 2021, sebelum mengantarkan La Albiceleste meraih gelar Piala Dunia 2022. Kesuksesan tersebut sekaligus mengakhiri penantian panjang Argentina dan memperkuat posisi Messi sebagai salah satu pemain terbesar dalam sejarah sepak bola dunia.

Namun, perjalanan Messi bersama Argentina tidak pernah berlangsung mudah. Sebelum menjadi simbol keberhasilan, pemain yang tumbuh di akademi Barcelona itu sempat menjadi sasaran kritik keras karena dianggap gagal membawa performanya di level klub ke tim nasional. Ia pernah dicemooh karena tidak menyanyikan lagu kebangsaan, dikritik karena dianggap bukan pemimpin, hingga menghadapi tekanan besar setelah beberapa kegagalan di turnamen internasional.

Messi tidak menyerah. Ia berkali-kali gagal, kehilangan final, menangis, bahkan sempat memutuskan pensiun dari tim nasional pada 2016. Namun, kecintaan publik Argentina membuatnya kembali. Sejak saat itu, Messi perlahan tampil sebagai pemimpin yang lebih matang dan membawa Argentina memasuki periode emas dengan Copa América 2021 dan Piala Dunia 2022 sebagai pencapaian terbesar.

Perubahan Messi juga tidak hanya terlihat dari prestasi di lapangan, tetapi dari perannya sebagai pemimpin. Setelah meninggalnya Diego Maradona pada 2020, Messi tampil lebih percaya diri dan semakin nyaman memimpin rekan-rekannya. Pesan-pesan singkatnya di ruang ganti mulai menunjukkan sosok kapten yang mampu menggerakkan tim.

Keberhasilan Argentina sejak 2021 menjadi bukti paling kuat. Messi bukan lagi pemain yang terus dibandingkan dengan kegagalannya bersama tim nasional. Ia menjadi pusat dari generasi Argentina yang mampu kembali mengangkat trofi dan mengembalikan kebanggaan publik terhadap tim nasional.

Perjalanan itu kemudian mencapai babak emosional ketika Messi menjalani pertandingan terakhirnya bersama Argentina melawan Benin. Laga tersebut menjadi momentum perpisahan bagi pemain yang selama bertahun-tahun menjadi wajah utama sepak bola Argentina.

Dalam pertandingan itu, Messi tetap menunjukkan kelasnya. Ia menciptakan peluang, terlibat dalam tiga gol Argentina dan mencetak gol melalui tendangan penalti. Performa tersebut menjadi penutup yang menggambarkan perjalanan kariernya bersama tim nasional: tetap menentukan, tetap berpengaruh dan tetap menjadi pusat perhatian hingga pertandingan terakhir.

Setelah pertandingan, Messi untuk pertama kalinya tampil begitu terbuka di hadapan publik. Ia berbicara panjang mengenai perjalanan Argentina, tantangan yang akan datang serta pentingnya menjaga persatuan tim.

Messi juga menegaskan bahwa tidak ada hal aneh di balik kekalahan Argentina dari Spanyol pada final Piala Dunia 2026. Menurutnya, pertandingan sebelumnya telah menguras energi emosional tim dan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi perjalanan mereka di partai puncak.

“Saya tidak tahu, saya berbicara lebih banyak dari biasanya. Saya tidak ingin pergi dari sini. Saya mencintai kalian,” kata Messi dalam momen emosional tersebut.

Kalimat itu menjadi gambaran hubungan yang telah berubah antara Messi dan Argentina. Pemain yang dahulu dipertanyakan kecintaannya kepada tim nasional kini justru meninggalkan jejak sebagai salah satu tokoh paling penting dalam sejarah sepak bola negara tersebut.

Messi datang sebagai anak muda yang harus diperjuangkan agar memilih Argentina. Ia pergi sebagai kapten yang telah memberikan gelar Copa América dan Piala Dunia kepada negaranya.

Bagi Argentina, perjalanan Messi bukan sekadar tentang jumlah gol atau trofi. Ia adalah kisah tentang kegagalan, tekanan, ketekunan dan penebusan. Messi gagal berkali-kali, tetapi selalu kembali untuk mencoba lagi hingga akhirnya membawa Argentina mencapai puncak.

Kini, ketika babak internasionalnya berakhir, warisan Messi bersama Argentina telah lengkap. Dari pemain muda yang sempat diragukan hingga kapten yang mengangkat trofi Piala Dunia, Messi meninggalkan standar baru tentang arti bertahan dan berjuang untuk sebuah negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *