Atletico Madrid Tekuk Real Madrid 2-1, Atmosfer Panas Metropolitano Jadi Sorotan

Alejandro Grimaldo.

MADRID — Atletico Madrid mengalahkan Real Madrid 2-1 pada pekan ketujuh Liga Spanyol 2026/2027. Duel di Stadion Riyadh Air Metropolitano, Minggu (20/9/2026), berlangsung panas, baik di atas lapangan maupun dari tribun pendukung tuan rumah.

Atletico Madrid tampil lebih efektif pada babak kedua setelah kedua tim bermain imbang tanpa gol sepanjang 45 menit pertama.

Drama dimulai pada menit ke-52 ketika bek Real Madrid Dean Huijsen mendapat kartu merah setelah melakukan pelanggaran di kotak penalti. Atletico pun mendapat hadiah penalti.

Grimaldo yang dipercaya sebagai eksekutor berhasil menjalankan tugasnya pada menit ke-53. Atletico Madrid unggul 1-0 sekaligus mendapat keuntungan jumlah pemain.

Hanya enam menit berselang, Jonathan David menggandakan keunggulan Atletico menjadi 2-0 pada menit ke-59.

Real Madrid yang bermain dengan 10 pemain berusaha mengejar ketertinggalan. Perjuangan Los Blancos membuahkan hasil pada menit ke-89 setelah Antonio Rüdiger mencetak gol dan mengubah skor menjadi 2-1.

Namun, Real Madrid tidak mampu mencetak gol tambahan hingga pertandingan berakhir. Atletico Madrid pun mengamankan tiga poin dalam derbi Madrid tersebut.

Kemenangan ini menjadi kemenangan ketiga secara beruntun bagi Atletico Madrid. Tambahan tiga poin membuat Los Colchoneros untuk sementara naik ke peringkat kedua klasemen Liga Spanyol dengan 16 poin.

Sebaliknya, Real Madrid harus turun ke posisi ketiga dengan koleksi 15 poin.

Atmosfer Panas Metropolitano

Hasil pertandingan bukan satu-satunya hal yang menjadi sorotan. Atmosfer Stadion Riyadh Air Metropolitano juga menjadi bagian penting dari derbi kali ini.

Pendukung Atletico memberikan dukungan penuh sejak pertandingan dimulai hingga peluit akhir. Suasana di tribun berlangsung intens dan mencerminkan rivalitas tinggi antara kedua klub asal Madrid tersebut.

Sektor Fondo Norte kembali menjadi perhatian setelah suporter Atletico mengangkat isu mengenai Ceuta. Mereka membentangkan spanduk bertuliskan, “Ceuta es España, si se arruga ni se tapa.”

Spanduk tersebut dikaitkan dengan aksi Vinicius Junior, Kylian Mbappe dan Ibrahima Konate beberapa hari sebelumnya dalam pertandingan di markas Elche.

Vinicius juga mendapat sambutan berupa ejekan dari sejumlah pendukung Atletico sebelum memasuki stadion. Salah satunya melalui aksi memainkan bola pantai di sekitar stadion yang dikaitkan dengan kegagalannya meraih penghargaan Ballon d’Or.

Julián Álvarez juga sempat mendapat siulan ketika namanya muncul di layar stadion. Reaksi serupa kembali terdengar saat penyerang Argentina tersebut masuk pada babak kedua.

Namun, setelah berada di lapangan, Álvarez justru mendapat dukungan dari publik Metropolitano seperti pemain Atletico lainnya.

Dukungan tersebut semakin terasa ketika Álvarez hampir mencetak gol ketiga Atletico. Peluang itu disambut tepuk tangan dari tribun.

Derbi Madrid akhirnya menjadi milik Atletico. Kemenangan 2-1 tidak hanya memperpanjang tren positif Los Colchoneros, tetapi juga membawa mereka naik ke posisi kedua klasemen sementara sekaligus membuat Real Madrid turun ke peringkat ketiga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *