MANADO — Membangun usaha peternakan tidak cukup hanya dengan menyediakan modal, kandang dan bibit. Di balik keberhasilan sebuah peternakan, terdapat sejumlah faktor yang saling berkaitan, mulai dari manajemen budidaya, biosecurity, pakan, kesehatan unggas, kondisi lingkungan hingga kemampuan membaca persoalan dan mengambil keputusan di lapangan.
Hal itu menjadi pelajaran penting bagi Sea Farm, usaha peternakan ayam kampung yang dikembangkan oleh Aprily dan Yusuf di Manado, Sulawesi Utara.
Keduanya merupakan warga Indonesia yang sebelumnya lama menetap di Jepang. Setelah memutuskan kembali ke Indonesia, mereka memilih membangun usaha peternakan ayam kampung di daerah asalnya.
Keputusan tersebut menjadi bagian dari upaya untuk membangun usaha sekaligus ikut mendorong berkembangnya peternakan rakyat. Namun, perjalanan membangun usaha tidak selalu berjalan sesuai harapan. Sejumlah persoalan muncul dan pengalaman sebelumnya bahkan sempat membawa usaha pada kegagalan.
Dari kondisi itulah Komunitas Pengusaha Peternak Unggas Indonesia (KOPTERU Indonesia) kemudian dilibatkan untuk memberikan pendampingan.
Bukan sekadar menyampaikan teori, Founder KOPTERU Indonesia, Ayub Herbi Patandean, turun langsung ke kandang Sea Farm selama dua hari. Ia melihat kondisi peternakan secara nyata, berdiskusi dengan pengelola dan mengidentifikasi sejumlah persoalan yang membutuhkan perhatian.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari prinsip KOPTERU Indonesia bahwa persoalan peternakan tidak selalu dapat diselesaikan hanya melalui teori atau konsultasi dari jarak jauh.
Pengalaman Kegagalan Menjadi Pelajaran
Setelah mengikuti proses pendampingan, Aprily mengapresiasi keterlibatan KOPTERU Indonesia dalam melihat langsung kondisi peternakannya.
“Kami bersyukur bisa menghadirkan KOPTERU. Andaikan sejak awal kami melibatkan KOPTERU, kemungkinan masalah yang kemarin terjadi tidak akan terjadi.”
Pernyataan tersebut sekaligus menggambarkan pentingnya pendampingan sejak tahap awal membangun usaha peternakan.
Sebab, berbagai persoalan di kandang sering kali tidak terlihat secara kasatmata. Masalah dapat berawal dari penerapan biosecurity yang belum optimal, pola pemeliharaan, kondisi kandang dan lingkungan, manajemen pakan, penanganan unggas hingga sistem operasional usaha.
Karena itu, KOPTERU Indonesia menempatkan observasi lapangan sebagai bagian penting dalam proses pendampingan. Kondisi aktual peternakan menjadi dasar untuk melakukan analisis sebelum menentukan langkah perbaikan.
Bukan Hanya Mengajar, tetapi Turun ke Kandang
Bagi KOPTERU Indonesia, peternak tidak cukup hanya diberikan pengetahuan dalam bentuk teori. Mereka membutuhkan pendamping yang bersedia hadir ketika persoalan terjadi, melihat langsung kondisi kandang, mendengarkan pengalaman peternak dan bersama-sama mencari jalan keluar.
Dalam pendampingan di Sea Farm, sejumlah aspek menjadi perhatian, di antaranya manajemen budidaya ayam kampung, penerapan biosecurity, penanganan dan pemeliharaan unggas, manajemen pakan, kondisi kandang dan lingkungan, kesehatan serta performa unggas.
Selain aspek teknis, pendampingan juga menyentuh manajemen operasional dan efisiensi usaha. Pendekatan tersebut penting agar peternakan tidak hanya mampu menghasilkan ternak, tetapi juga memiliki sistem usaha yang dapat berkembang dan bertahan dalam jangka panjang.
Dengan melihat kondisi secara langsung, rekomendasi yang diberikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan persoalan masing-masing peternakan.
Empat Tahun Mendampingi Peternak
Kehadiran KOPTERU Indonesia di Sea Farm merupakan bagian dari perjalanan organisasi tersebut dalam mendampingi masyarakat peternak selama kurang lebih empat tahun.
KOPTERU Indonesia hadir dengan membawa misi edukasi dan pendampingan bagi peternak dari berbagai skala, mulai dari peternak kecil, menengah hingga usaha yang lebih besar.
Dalam perjalanannya, pendampingan dilakukan kepada peternak yang masih berada pada tahap awal, termasuk mereka yang memulai usaha dari nol. Pendampingan mencakup proses budidaya, manajemen peternakan hingga persiapan panen dan pengembangan usaha.
Pengalaman tersebut kemudian membentuk satu prinsip yang terus dipegang KOPTERU Indonesia: setiap peternak memiliki persoalan yang berbeda sehingga solusi tidak bisa dibuat seragam.
Solusi harus berangkat dari kondisi nyata di kandang.
Karena itu, pendekatan lapangan menjadi penting. Peternak tidak hanya diberi tahu apa yang harus dilakukan, tetapi juga dibantu memahami mengapa sebuah tindakan perlu dilakukan dan bagaimana menerapkannya sesuai kondisi usaha.
Membangun Peternak, Bukan Sekadar Menjual Bibit
KOPTERU Indonesia juga mendorong perubahan paradigma dalam pengembangan peternakan rakyat.
Peternakan, menurut KOPTERU, tidak semestinya berhenti pada transaksi bibit, pakan atau sarana produksi. Peternak perlu dibekali pengetahuan, sistem kerja, pendampingan dan kemampuan mengambil keputusan agar dapat mengelola usaha secara mandiri.
Pendekatan tersebut menempatkan peternak sebagai pelaku utama dalam membangun ekosistem peternakan.
Ketika peternak mampu meningkatkan produktivitas dan mengelola usahanya dengan baik, maka dampaknya tidak hanya dirasakan oleh satu kandang, tetapi juga dapat mendorong pertumbuhan ekosistem peternakan di daerah.
Kisah Sea Farm di Manado menjadi salah satu gambaran bahwa keberanian untuk kembali ke daerah asal dan membangun usaha harus dibarengi dengan sistem, pengetahuan dan pendampingan yang memadai.
Aprily dan Yusuf memilih kembali dari Jepang untuk membangun usaha di Manado. Sementara KOPTERU Indonesia memilih hadir untuk mendampingi proses tersebut secara langsung.
Bagi KOPTERU, keberhasilan peternak bukan semata-mata dihitung dari jumlah ayam yang berhasil dipanen. Ukuran yang lebih penting adalah ketika peternak mampu memahami proses produksinya, mengenali persoalan, mengambil keputusan berdasarkan kondisi lapangan dan pada akhirnya mampu mengembangkan usaha secara mandiri.
Founder KOPTERU Indonesia, Ayub Herbi Patandean, menegaskan bahwa organisasinya akan terus berupaya hadir bersama masyarakat peternak, terutama ketika mereka sedang membangun usaha dan menghadapi persoalan.
“Kami tidak ingin hanya hadir ketika peternak sudah berhasil. Kami ingin hadir ketika peternak sedang membangun, ketika ada masalah, ketika mereka membutuhkan pendampingan. Kami datang melihat langsung persoalannya, mengidentifikasi, menganalisis dan bersama-sama mencari solusinya.”
Dari Sea Farm, Manado, KOPTERU Indonesia kembali menegaskan komitmennya untuk mendorong peternakan rakyat yang lebih kuat melalui edukasi, pendampingan dan solusi berbasis kondisi nyata di lapangan.
Peternak maju, peternakan Indonesia bertumbuh.
KOPTERU Indonesia
Komunitas Pengusaha Peternak Unggas Indonesia
Informasi konsultasi: 0813 4053 9626
Alamat kantor: Jalan Satelit 7 No. 28, Telkomas, Kota Makassar.











