MALILI — Warga Desa Sorowako, Kecamatan Nuha, memanfaatkan kegiatan reses Anggota DPRD Luwu Timur, Yusuf Pombatu, untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi sehari-hari.
Reses perseorangan masa sidang III Tahun Sidang 2025/2026 tersebut berlangsung di Desa Sorowako, Kamis (14/8/2026). Kegiatan itu turut dihadiri Camat Nuha Arif Fadillah serta perwakilan Dinas Tata Ruang dan Permukiman (Tarkim) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Luwu Timur.
Setelah pembukaan dan sambutan, warga diberi kesempatan menyampaikan langsung kebutuhan dan persoalan di wilayah mereka. Sejumlah aspirasi yang muncul berkaitan dengan pelayanan dasar, pemberdayaan ekonomi, keselamatan pelajar hingga kelestarian lingkungan.
Salah satu persoalan yang paling banyak mendapat perhatian adalah ketersediaan air bersih. Warga menyebut kebutuhan air masih menjadi masalah di Kelurahan Magani, Desa Nikkel dan Desa Sorowako.
Ironisnya, ketiga wilayah tersebut berada di sekitar Danau Matano yang memiliki sumber air melimpah. Namun, kondisi jaringan distribusi dan kapasitas penampungan membuat kebutuhan air bersih masyarakat belum sepenuhnya terpenuhi.
Warga berharap kapasitas sejumlah tangki air yang selama ini disiapkan PT Vale dapat ditambah seiring pertumbuhan jumlah penduduk dan meningkatnya kebutuhan air.
“Air bersih ini memang masih jadi masalah. Kita tinggal di pinggir Danau Matano, tapi kadang masih kesulitan air,” ujar seorang warga.
Selain kapasitas penampungan, warga juga menyoroti kondisi jaringan pipa yang sudah cukup tua. Jaringan tersebut dinilai membuat tekanan air harus dibatasi sehingga distribusi ke sejumlah wilayah belum maksimal.
Persoalan air bersih juga dirasakan masyarakat di kawasan Rusunawa. Warga mengusulkan penambahan jaringan air dari Danau Matano untuk memperkuat pasokan.
Namun, warga menyadari air dari danau harus melalui proses penyaringan dan pengolahan terlebih dahulu agar memenuhi standar dan aman digunakan masyarakat.
Yusuf Pombatu mengatakan persoalan air bersih perlu dibahas bersama pemerintah daerah dan pihak terkait. Menurutnya, air bersih merupakan kebutuhan dasar sehingga penyelesaiannya harus menjadi perhatian.
“Aspirasi masyarakat kita catat. Mana yang bisa kita perjuangkan melalui DPRD, kita akan kawal,” kata Yusuf.
Selain pelayanan dasar, pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) juga memanfaatkan reses untuk mempertanyakan akses bantuan permodalan.
Warga ingin mengetahui mekanisme, petunjuk teknis dan persyaratan yang harus dipenuhi untuk memperoleh bantuan. Menurut mereka, informasi yang jelas diperlukan agar pelaku UMKM dapat menyiapkan dokumen dan memenuhi ketentuan yang berlaku.
“Bagaimana caranya kita mengakses bantuan permodalan? Petunjuk teknisnya seperti apa dan apa saja yang harus disiapkan?” tanya seorang warga.
Yusuf menilai dukungan terhadap UMKM penting karena sektor tersebut menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat. Ia mendorong agar informasi mengenai program bantuan dan mekanisme pengajuannya dapat disampaikan secara terbuka.
Dalam reses itu, Camat Nuha Arif Fadillah juga menyampaikan perkembangan rencana pemekaran Desa Sorowako. Jika terealisasi, wilayah tersebut akan dimekarkan menjadi Desa Sorowako dan Desa Tapuondau.
Arif mengatakan proses pemekaran masih membutuhkan sejumlah tahapan administrasi, termasuk penetapan batas antara Desa Sorowako dan Desa Asuli. Batas tersebut perlu ditetapkan melalui peraturan daerah sebagai salah satu kelengkapan dokumen pengajuan pemekaran.
Ia berharap proses administrasi dapat segera diselesaikan sehingga dokumen pemekaran Desa Sorowako dapat dilengkapi dan diproses sesuai ketentuan.
Aspirasi lainnya berkaitan dengan keselamatan anak sekolah. Warga mengusulkan pembangunan zebra cross dan halte di sekitar SMP Negeri 1 Nuha.
Usulan tersebut muncul karena arus kendaraan di sekitar sekolah cukup ramai dan sebagian kendaraan melintas dengan kecepatan tinggi. Kondisi itu dinilai meningkatkan risiko bagi pelajar saat datang maupun pulang sekolah.
“Kalau anak-anak pulang sekolah, kita juga was-was. Bagus kalau ada zebra cross dan tempat menunggu kendaraan,” ujar warga.
Yusuf menyambut baik usulan tersebut. Menurutnya, keselamatan pelajar harus menjadi perhatian karena fasilitas sederhana seperti zebra cross dan halte dapat membantu menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman.
Warga juga mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian Danau Matano. Bagi masyarakat, danau tersebut bukan hanya sumber air, tetapi juga memiliki nilai ekologis dan kekayaan hayati yang perlu dilindungi.
Danau Matano dikenal sebagai danau tektonik purba dengan kedalaman sekitar 590 meter dan menjadi habitat berbagai jenis ikan endemik.
Yusuf mengapresiasi kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Ia juga mendukung upaya pemerintah daerah dalam menata kawasan pesisir Danau Matano, dengan catatan pembangunan tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan.
“Danau Matano ini bukan hanya milik kita sekarang. Anak cucu kita juga harus bisa menikmatinya,” ujarnya.
Menurut Yusuf, menjaga Danau Matano membutuhkan kerja bersama antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan seluruh pemangku kepentingan. Penataan kawasan harus berjalan seiring dengan upaya menjaga ekosistem dan sumber daya alam.
Reses di Desa Sorowako tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung persoalan yang berkaitan dengan kebutuhan dasar dan kehidupan sehari-hari.
Yusuf memastikan seluruh aspirasi yang disampaikan akan dicatat dan menjadi bahan perjuangan dalam pembahasan di DPRD Luwu Timur, terutama untuk persoalan yang membutuhkan intervensi pemerintah daerah dan koordinasi dengan pihak terkait.











