MALILI — Masyarakat Luwu Timur mendapat kesempatan mengikuti pelatihan vokasi gratis untuk meningkatkan keterampilan dan membuka peluang kerja maupun usaha mandiri. Program ini digagas Anggota DPRD Luwu Timur, Firman Udding, melalui Sahabat Firman bersama SIAPkerja Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI.
Program bertajuk “Pelatihan Vokasi Sahabat Firman” tersebut menyasar masyarakat yang ingin memiliki keterampilan kerja yang lebih siap dan kompetitif. Pelatihan mengusung semangat “Kerja Kompeten Masa Depan Lebih Baik” dan “Politik untuk Kebaikan”.
Firman Udding mengatakan pelatihan vokasi tidak seharusnya hanya berorientasi pada sertifikat. Menurutnya, peserta perlu menjadikan pelatihan sebagai kesempatan untuk membangun keterampilan, kedisiplinan dan kesiapan menghadapi dunia kerja.
“Manfaatkan setiap kesempatan pelatihan untuk belajar, meningkatkan keterampilan, membangun kedisiplinan, serta memahami budaya kerja. Dunia kerja membutuhkan orang yang bukan hanya memiliki ijazah, tetapi juga memiliki kemampuan, tanggung jawab, kejujuran, kemauan belajar, dan etos kerja yang tinggi,” ujar Firman.
Ia juga mendorong peserta agar tidak ragu memulai dari tingkat paling dasar. Keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan, kata dia, dapat menjadi modal untuk mencari pekerjaan, mengembangkan usaha maupun membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga.
“Jangan takut memulai dari bawah. Jadikan setiap pelatihan sebagai investasi untuk masa depan. Keterampilan yang kita miliki hari ini dapat menjadi modal untuk mendapatkan pekerjaan, membuka peluang usaha, maupun meningkatkan kesejahteraan keluarga,” katanya.
Sebanyak 11 bidang keterampilan ditawarkan dalam program tersebut, yakni Barista, Barbershop, Tata Rias, Makeup Wajah, Menjahit, Fotografer, Konten Kreator, Tataboga, Pupuk Organik, Pengelasan dan Desain Grafis.
Peserta akan mendapatkan pelatihan secara gratis, instruktur profesional serta sertifikat pelatihan. Program ini juga diarahkan untuk membuka peluang kerja dan usaha mandiri bagi peserta setelah mengikuti pelatihan.
Untuk tahap awal, program diprioritaskan bagi masyarakat di Kecamatan Malili dan Wasuponda. Namun, masyarakat dari wilayah lain tetap dapat mengikuti program dan akan dibantu dalam proses pendaftarannya.
Syarat mengikuti pelatihan cukup memiliki KTP dan berusia minimal 17 tahun. Firman menegaskan tidak ada batas usia maksimal selama peserta memiliki kemauan untuk belajar dan meningkatkan keterampilan.
“Batas usia tidak terbatas asalkan mau belajar,” ucapnya.
Firman mengajak masyarakat memanfaatkan program tersebut sebagai kesempatan untuk meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan dunia kerja.
“Bersama SIAPkerja wujudkan tenaga kerja mandiri, kompeten dan berdaya saing. Jangan lewatkan kesempatan ini,” ajaknya.











