SOROWAKO – Puluhan jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti pelatihan jurnalisme investigasi yang digelar PT Vale Indonesia bekerja sama dengan Tempo Institute di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, 26–29 Juli 2026. Kegiatan bertajuk Upskilling dan Site Visit Media 2026 itu menjadi ruang peningkatan kompetensi wartawan dalam menghasilkan liputan investigatif yang akurat, berbasis data, dan berpihak pada kepentingan publik.
Pelatihan menghadirkan Wakil Pemimpin Redaksi Tempo sekaligus Redaktur Pelaksana Tempo dan Host Bocor Alus Politik, Raymundus Rikang, bersama jurnalis Tempo Ryki Ferdianto sebagai pemateri utama. Selama empat hari, peserta mendapatkan pembekalan mengenai teknik menyusun liputan investigasi, mulai dari menemukan ide liputan, penggalian data, verifikasi informasi, hingga penerapan etika jurnalistik.
Dalam sesi materi, Raymundus menegaskan bahwa jurnalisme investigasi tidak identik dengan pemberitaan yang sensasional. Menurutnya, investigasi merupakan proses jurnalistik untuk mengungkap persoalan yang sengaja disembunyikan dan memiliki dampak terhadap kepentingan masyarakat luas.
“Investigasi dilakukan ketika terdapat persoalan yang menyangkut kepentingan publik. Karena itu, setiap proses investigasi harus dibangun di atas fakta, verifikasi yang kuat, dan kepatuhan terhadap etika jurnalistik,” ujarnya di hadapan peserta.
Ia menjelaskan, jurnalis investigasi dituntut memiliki ketelitian dalam membaca dokumen, kemampuan membangun jejaring narasumber, serta kesabaran dalam mengumpulkan fakta. Seluruh informasi yang diperoleh, kata dia, harus diuji melalui proses verifikasi sebelum dipublikasikan agar produk jurnalistik tetap akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sementara itu, Head of External Relations Sorowako & Outer Area PT Vale Indonesia, Yusri Yunus, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan memperkuat hubungan dengan media melalui peningkatan kapasitas insan pers.
Menurutnya, perusahaan memandang media sebagai mitra strategis dalam menghadirkan informasi yang kredibel kepada masyarakat. Karena itu, peningkatan kompetensi jurnalis menjadi salah satu langkah untuk mendukung lahirnya pemberitaan yang berkualitas.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong lahirnya jurnalisme yang berkualitas, berbasis data, serta mampu menyajikan informasi yang akurat kepada publik,” kata Yusri saat membuka kegiatan.
Selain pelatihan investigasi, peserta juga memperoleh pemaparan mengenai operasional perusahaan dan pengembangan bisnis PT Vale Indonesia. Materi tersebut disampaikan oleh Senior Coordinator PTPM Livelihood PT Vale Indonesia, Sainab Husain Paragay, serta Senior Manager Construction IGP Sorowako Limonite Ore PT Vale Indonesia, Ridwan Banda.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan kunjungan lapangan (site visit) untuk memberikan gambaran langsung mengenai aktivitas operasional perusahaan di Sorowako. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih utuh sehingga mampu menghasilkan pemberitaan yang berimbang, kontekstual, dan berbasis fakta.











