WaraNews.id — Pembangunan infrastruktur jalan menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dalam beberapa tahun ke depan. Komitmen tersebut kembali ditegaskan Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam (IBAS), saat menghadiri pertemuan bersama sejumlah wartawan yang tergabung dalam Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Luwu Timur di kedai Kopi Qlan, Malili, Minggu (21/6/2026).
Di hadapan para wartawan, IBAS memaparkan sejumlah program strategis yang masuk dalam agenda pembangunan daerah, termasuk penanganan ruas jalan nasional yang menghubungkan Desa Atue hingga Malili. Menurutnya, proyek tersebut menjadi salah satu prioritas karena berperan penting dalam mendukung konektivitas wilayah, kelancaran distribusi barang dan jasa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Bupati menegaskan, pengerjaan ruas jalan Atue-Malili ditargetkan mulai direalisasikan pada 2027 setelah melalui tahapan koordinasi dan sinkronisasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN). Pasalnya, status jalan tersebut merupakan jalan nasional sehingga pelaksanaannya harus melibatkan pemerintah pusat.
“Target kita tahun 2027 pengerjaan ruas jalan ini sudah berjalan. Sebelumnya kita telah menandatangani nota kesepakatan dengan BBPJN pada akhir 2025 sebagai dasar kerja sama percepatan penanganan jalan nasional di wilayah Luwu Timur,” ujar IBAS.
Tak hanya sebatas perbaikan, pemerintah daerah juga merancang peningkatan kapasitas jalan melalui program pelebaran pada beberapa titik strategis. Ruas Atue-Malili nantinya direncanakan memiliki dua jalur dengan empat lajur guna mengakomodasi peningkatan volume kendaraan serta mendukung aktivitas ekonomi yang terus berkembang di kawasan tersebut.
Menurut IBAS, pembangunan infrastruktur jalan merupakan investasi jangka panjang yang akan memberikan dampak luas bagi masyarakat. Selain meningkatkan aksesibilitas antarwilayah, proyek tersebut diharapkan mampu membuka peluang investasi baru dan memperkuat konektivitas kawasan industri, pertanian, serta permukiman warga.
“Kita tidak hanya memperbaiki jalannya, tetapi juga menyiapkan jalan yang lebih representatif untuk kebutuhan Luwu Timur di masa depan. Karena itu konsepnya bukan sekadar rehabilitasi, melainkan peningkatan kapasitas jalan melalui pelebaran dan penataan yang lebih baik,” jelasnya.
Saat ini, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur disebut telah menyiapkan berbagai tahapan pendukung, termasuk proses lelang dan perencanaan teknis agar pekerjaan fisik dapat dilaksanakan lebih cepat begitu seluruh persyaratan administrasi dan pembiayaan terpenuhi.
Terkait pembiayaan proyek, pemerintah daerah masih melakukan finalisasi skema pendanaan yang akan dibahas lebih lanjut dalam perubahan anggaran. Selain itu, Pemkab Luwu Timur juga tengah mengkaji pola kerja sama pembiayaan jangka panjang untuk memastikan proyek strategis tersebut dapat berjalan tanpa mengganggu program pembangunan lainnya.
Sebelumnya, sinergi penanganan jalan nasional di Kabupaten Luwu Timur telah ditandai melalui penandatanganan Nota Kesepakatan antara Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sulawesi Selatan. Kesepakatan itu ditandatangani oleh Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, bersama Kepala Dinas PUPR Luwu Timur, Syahmuddin, dan Kepala BBPJN Sulawesi Selatan, Indra Cahya Kusuma, di Makassar pada September 2025 lalu.
Melalui kerja sama tersebut, pemerintah daerah berharap percepatan pembangunan infrastruktur jalan dapat segera terwujud dan menjadi fondasi penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi serta pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Luwu Timur.











