Stadion Untia Masuk Tahap Baru, Hibah Aset Percepat Pembangunan Kawasan

WaraNews.id — Rencana pengembangan kawasan Stadion Untia memasuki tahapan baru setelah Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar menyerahkan aset yang berada di area pengembangan stadion kepada Pemerintah Kota Makassar.

Penyerahan aset dilakukan langsung Direktur PIP Makassar, Rudy Susanto, kepada Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Jumat (5/6/2026). Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat pembangunan kawasan stadion yang diproyeksikan menjadi pusat aktivitas olahraga sekaligus kawasan pertumbuhan baru di bagian timur Kota Makassar.

Aset yang diserahkan berupa lahan seluas 8.188 meter persegi yang selama ini berada dalam penguasaan PIP Makassar. Sebagai bagian dari mekanisme hibah timbal balik, Pemerintah Kota Makassar juga akan menghibahkan lahan seluas 10.416 meter persegi yang saat ini dimanfaatkan oleh PIP, termasuk area yang terdapat bangunan dan sebagian ruas jalan lingkar kampus.

Direktur PIP Makassar, Rudy Susanto, mengatakan pihaknya mendukung langkah-langkah pembangunan yang dijalankan pemerintah kota, terutama program strategis yang memiliki dampak luas bagi masyarakat.

Menurutnya, pengembangan kawasan Stadion Untia menjadi salah satu proyek penting yang dapat mendorong pertumbuhan wilayah sekaligus meningkatkan kualitas infrastruktur kota.

“Kami akan terus mendukung program-program strategis Pemerintah Kota Makassar,” ujarnya.

Di sisi lain, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menilai dukungan berbagai institusi menjadi faktor penting dalam mempercepat realisasi pembangunan stadion yang selama ini menjadi salah satu agenda prioritas pemerintah kota.

Menurut Munafri, pembangunan kawasan stadion tidak hanya berfokus pada fasilitas olahraga, tetapi juga akan diikuti pengembangan infrastruktur penunjang agar kawasan tersebut mampu tumbuh sebagai pusat kegiatan baru di Makassar.

Salah satu pekerjaan yang akan segera dilakukan adalah pembangunan akses jalan menuju stadion. Pemerintah kota juga menyiapkan berbagai infrastruktur dasar yang dibutuhkan kawasan tersebut, termasuk jaringan air bersih dan pasokan listrik.

Munafri mengakui proses pembangunan nantinya akan membawa konsekuensi terhadap aktivitas di sekitar kawasan proyek. Mobilitas kendaraan berat yang keluar masuk area pembangunan berpotensi menimbulkan gangguan sementara bagi pengguna jalan maupun lingkungan sekitar.

Karena itu, ia meminta dukungan dan pengertian seluruh pihak, termasuk PIP Makassar, selama proses pembangunan berlangsung.

“Kami perlu menyampaikan bahwa selama proses pembangunan mungkin akan ada ketidaknyamanan, seperti debu akibat lalu lintas kendaraan proyek. Kami berharap seluruh pihak dapat mendukung proses ini karena tujuannya untuk kepentingan jangka panjang masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Makassar, Muhammad Dakhlan, menjelaskan hibah aset dilakukan setelah masa pinjam pakai lahan yang digunakan PIP berakhir.

Menurut dia, di atas lahan tersebut telah dibangun sejumlah fasilitas dan akses jalan oleh PIP yang kini masuk dalam kawasan pengembangan Stadion Untia. Karena itu, bangunan dan fasilitas yang berada di area tersebut akan menjadi bagian dari aset yang diserahkan kepada pemerintah kota.

“Dengan masuknya kawasan tersebut dalam pengembangan stadion, maka fasilitas yang ada di atasnya akan disesuaikan menjadi bagian dari pengembangan kawasan secara keseluruhan,” ujarnya.

Pengembangan Stadion Untia sendiri diharapkan menjadi salah satu proyek yang dapat mendorong pemerataan pembangunan di Makassar. Selain menyediakan fasilitas olahraga yang lebih representatif, kawasan ini juga diproyeksikan menjadi pusat aktivitas ekonomi baru yang mampu menggerakkan pertumbuhan wilayah pesisir timur kota.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *