WaraNews.id — Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus mematangkan persiapan pembangunan bandara baru yang direncanakan hadir di kawasan Malili. Salah satu tahapan penting kini memasuki pembahasan laporan akhir dokumen Rencana Induk Bandar Udara (RIB), yang menjadi dasar utama dalam proses perencanaan pembangunan bandara tersebut, Jumat (15/5/2026).
Rapat pembahasan digelar di Ruang Rapat Bupati Luwu Timur beberapa waktu lalu, dihadiri sejumlah perwakilan instansi terkait. Dalam forum tersebut, Kepala Seksi Pengadaan Tanah dan Pengembangan, Andi Tenri Seling, turut hadir memenuhi undangan pemerintah daerah guna membahas penyempurnaan dokumen final RIB Bandara Malili.
Pertemuan itu menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah daerah dalam memastikan seluruh aspek teknis, administrasi, hingga pengembangan wilayah terakomodasi secara matang sebelum pembangunan dimulai.
Melalui diskusi lintas instansi tersebut, berbagai masukan disampaikan untuk menyelaraskan isi dokumen dengan kebutuhan pengembangan kawasan dan regulasi penerbangan. Penyelarasan ini dinilai krusial karena dokumen RIB nantinya akan menjadi salah satu dokumen penunjang utama dalam proses pembangunan Bandar Udara Malili yang direncanakan berlokasi di Desa Maliwowo, Kabupaten Luwu Timur.
Pembangunan bandara ini diharapkan menjadi pintu baru pertumbuhan ekonomi dan konektivitas di kawasan timur Sulawesi Selatan, khususnya untuk mendukung mobilitas masyarakat, investasi, hingga sektor industri dan pariwisata di Bumi Batara Guru.
Sebelumnya, Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, juga telah menerima jajaran kontraktor Bandara NKE-DYE di Ruang Kerja Bupati beberapa waktu lalu. Pertemuan tersebut membahas keberlanjutan rencana pembangunan bandara yang saat ini terus berproses menuju tahap realisasi.
Dalam pembahasan itu, lokasi pembangunan bandara direncanakan berada di Kecamatan Angkona, mencakup wilayah Desa Maliwowo hingga Desa Watangpanua. Total lahan yang disiapkan untuk proyek tersebut mencapai sekitar 58 hektare dan akan melalui proses pembebasan lahan secara bertahap.
Bupati Irwan Bachri Syam menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus mendorong percepatan proyek strategis tersebut dan kini tinggal menunggu izin pembangunan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
“Jadi untuk pembangunan bandara tersebut, sisa menunggu izin dari bapak Gubernur,” ungkap Irwan.
Kehadiran bandara baru di Luwu Timur dinilai akan menjadi tonggak penting dalam memperkuat akses transportasi udara di wilayah pesisir timur Sulawesi Selatan. Selain membuka keterisolasian wilayah, proyek ini juga diyakini mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan daya tarik investasi di Kabupaten Luwu Timur.











