News  

Mei 2026, Proyek Industri Nikel PT IHIP di Lampia Mulai Bergerak

WaraNews.id — Proyek kawasan industri milik PT Indonesia Huali Industry Park (IHIP) di Lampia, Desa Harapan, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, terus bergerak hingga Mei 2026. Setelah melalui rangkaian proses administrasi, sosialisasi hingga penertiban lahan, proyek yang masuk dalam kategori Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut kini resmi memasuki tahap awal pembangunan fisik.

Perkembangan terbaru ditandai dengan dimulainya aktivitas land clearing atau pembersihan lahan pada akhir April 2026. Dua unit alat berat excavator mulai dikerahkan di kawasan Lampia untuk membuka area awal pembangunan kawasan industri terpadu yang diproyeksikan menjadi pusat hilirisasi nikel dan besi di pesisir timur Sulawesi Selatan.

Aktivitas land clearing itu mendapat pengamanan aparat gabungan TNI, Polri dan Satpol PP Luwu Timur guna memastikan proses pekerjaan berjalan aman dan kondusif di tengah masih adanya dinamika sosial terkait penguasaan lahan.

Bermula dari Penataan Lahan Milik Pemda

Sebelum pekerjaan fisik dimulai, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur lebih dulu melakukan serangkaian tahapan penataan kawasan industri sejak awal Januari 2026. Pemkab bersama Forkopimda menggelar sosialisasi kepada masyarakat Desa Harapan terkait status lahan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) milik pemerintah daerah yang akan digunakan untuk pengembangan kawasan industri PT IHIP.

Lahan seluas sekitar 394,5 hektare tersebut tercatat sebagai aset resmi Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dengan Nomor Induk Bidang (NIB) 20.26.000001429.0. Kawasan itu sebelumnya merupakan lahan kompensasi dari PT Inco kini PT Vale Indonesia atas pembangunan PLTA Karebbe beberapa tahun lalu.

Pada Februari 2026, Pemkab Luwu Timur memasang plang penguasaan aset daerah di sejumlah titik kawasan Lampia sebagai penegasan bahwa lahan tersebut akan digunakan untuk pengembangan kawasan industri nasional.

Meski sempat diwarnai polemik klaim lahan oleh sebagian warga penggarap, pemerintah daerah tetap mengedepankan pendekatan persuasif dan dialogis dalam proses penyelesaian. Pemkab juga melakukan inventarisasi tanaman warga dan menyiapkan skema uang kerohiman terhadap tanaman maupun bangunan yang berada di kawasan proyek.

PT IHIP Bangun Kawasan Industri Nikel Terintegrasi

PT IHIP sendiri direncanakan membangun kawasan industri nikel terintegrasi di Lampia dengan total cakupan pengembangan mencapai sekitar 978 hektare. Kawasan tersebut diproyeksikan menjadi pusat pengolahan mineral modern yang terhubung langsung dengan aktivitas pertambangan dan logistik industri di Luwu Timur. ([Metro Sulteng – Menginspirasi Negeri][5])

Secara konkret, proyek yang disiapkan PT IHIP meliputi pembangunan:

* Smelter pemurnian nikel
* Pabrik pengolahan besi dan feronikel
* Kawasan industri hilirisasi mineral
* Pelabuhan logistik industri
* Pergudangan dan utilitas kawasan
* Infrastruktur energi dan pendukung industri
* Area hunian dan fasilitas penunjang tenaga kerja industri

Kawasan industri tersebut dirancang menyerupai model kawasan industri terpadu berbasis nikel seperti Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), namun dengan fokus pengembangan baru di wilayah timur Sulawesi Selatan.

Nilai investasi proyek ini bahkan disebut mencapai sekitar Rp221 triliun dan diproyeksikan menyerap puluhan ribu tenaga kerja secara bertahap ketika seluruh fasilitas industri mulai beroperasi.

Sejak akhir 2025, DPRD Luwu Timur telah mendorong agar perusahaan memprioritaskan perekrutan tenaga kerja lokal dalam pengembangan proyek tersebut. PT IHIP disebut akan mulai membuka sekitar 1.000 lowongan kerja tahap awal untuk posisi operator dan helper industri pada fase awal pembangunan infrastruktur kawasan.

Anggota DPRD Luwu Timur bahkan meminta komposisi tenaga kerja lokal mencapai minimal 70 persen agar dampak ekonomi proyek benar-benar dirasakan masyarakat sekitar.

Pemkab Luwu Timur sendiri memandang proyek PT IHIP sebagai salah satu investasi terbesar yang akan mengubah wajah ekonomi daerah dalam beberapa tahun ke depan. Selain mendukung program hilirisasi nasional, proyek tersebut diharapkan mampu memicu pertumbuhan sektor jasa, perdagangan, transportasi hingga pengembangan kawasan permukiman baru di sekitar Malili dan Lampia.

Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, sebelumnya menegaskan bahwa pemerintah daerah mendukung penuh investasi strategis yang memberikan manfaat langsung terhadap masyarakat, khususnya penyerapan tenaga kerja lokal dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Namun di sisi lain, pemerintah juga mulai memberi perhatian terhadap aspek lingkungan dan stabilitas sosial kawasan industri. Pemkab menilai percepatan investasi harus tetap berjalan seimbang dengan penataan ruang, penyelesaian persoalan lahan, serta perlindungan masyarakat sekitar kawasan proyek.

Hingga Mei 2026, progres proyek PT IHIP kini telah memasuki tahap nyata pembangunan lapangan. Dengan dimulainya land clearing di kawasan Lampia, proyek kawasan industri nikel dan besi tersebut menjadi salah satu fokus utama pembangunan ekonomi Luwu Timur menuju era baru industri hilirisasi mineral di Indonesia Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page