WaraNews.id — Malam di kawasan Andi Nyiwi Park, Malili, Sabtu (30/5/2026), dipenuhi cahaya, musik, dan antusiasme warga yang memadati lokasi peluncuran Festival Sungai Malili (FSM) 2026. Festival tahunan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-23 Kabupaten Luwu Timur itu resmi dibuka dan akan berlangsung hingga 6 Juni mendatang.
Tabuhan gong oleh Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menandai dimulainya festival yang selama beberapa tahun terakhir telah menjadi salah satu agenda budaya dan pariwisata terbesar di daerah tersebut. Hadir mendampingi Bupati, Wakil Ketua I DPRD Luwu Timur Jihadin Peruge, unsur Forkopimda, serta sejumlah pejabat lingkup Pemkab Luwu Timur.
Namun, Festival Sungai Malili tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat. Di balik kemeriahan panggung dan beragam atraksi yang ditampilkan, festival ini menjadi ruang pertemuan antara budaya, pariwisata, dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Dalam sambutannya, Irwan Bachri Syam menekankan pentingnya menjaga warisan budaya di tengah perkembangan daerah yang semakin pesat. Menurutnya, keberagaman suku dan tradisi yang hidup di Luwu Timur merupakan kekuatan yang harus terus dirawat.
“Luwu Timur adalah daerah yang kaya akan keberagaman budaya. Festival ini menjadi salah satu cara untuk menjaga dan memperkenalkan identitas daerah kepada generasi muda maupun para pengunjung,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan masyarakat, komunitas, dan seluruh pihak yang ikut menyukseskan penyelenggaraan festival tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Parmudora) Luwu Timur, Muhammad Safaat DP, mengatakan FSM 2026 dikemas dengan berbagai kegiatan yang lebih beragam dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Selama delapan hari pelaksanaan, masyarakat akan disuguhkan sejumlah agenda, mulai dari lomba perahu naga di Sungai Malili, pameran benda pusaka oleh Komunitas Pompessi Luwu Timur, karnaval budaya, pameran UMKM, hingga pertunjukan musik yang digelar setiap malam.
Menurut Safaat, festival ini diharapkan tidak hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi pelaku usaha lokal yang memanfaatkan momentum tersebut untuk memasarkan produk mereka.
Antusiasme pengunjung terlihat sejak malam pembukaan. Area expo UMKM dipadati warga yang berburu kuliner khas daerah, produk kerajinan tangan, hingga aneka hasil olahan lokal dari berbagai kecamatan di Luwu Timur.
Suasana semakin meriah ketika Bupati Irwan naik ke atas panggung dan berkolaborasi dengan Nafsu Band membawakan beberapa lagu. Penampilan tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang memadati area festival.
Usai tampil, Irwan bersama jajaran pemerintah daerah berkeliling meninjau stan-stan UMKM. Ia terlihat menyapa para pelaku usaha sekaligus mencicipi sejumlah produk unggulan yang dipamerkan selama festival berlangsung.
Dengan perpaduan antara atraksi budaya, hiburan, olahraga tradisional, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, Festival Sungai Malili 2026 kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu agenda tahunan yang tidak hanya menjadi perayaan hari jadi daerah, tetapi juga wadah untuk memperkuat identitas budaya dan menggerakkan ekonomi lokal di Kabupaten Luwu Timur.











