WaraNews.id — Akses terhadap dokumen kependudukan menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat, terutama bagi kelompok rentan seperti lanjut usia dan penyandang disabilitas. Untuk memastikan hak tersebut terpenuhi, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Luwu Timur terus melakukan layanan jemput bola melalui inovasi PAPA KEREN (Pelayanan Pro Aktif Kelompok Rentan).
Pada Senin (20/4/2024), tim Disdukcapil mendatangi kediaman seorang warga lanjut usia bernama Sube (81) di Desa Bahari, Kecamatan Wotu. Kunjungan ini dilakukan karena kondisi fisik warga yang tidak memungkinkan untuk datang langsung ke kantor pelayanan.
Program jemput bola tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah daerah untuk memastikan setiap warga tetap memiliki dokumen kependudukan yang sah. Dokumen seperti KTP elektronik (KTP-el) dan Kartu Keluarga (KK) menjadi syarat utama dalam mengakses berbagai layanan publik, mulai dari kesehatan hingga bantuan sosial.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Luwu Timur, Nursih Hariani, mengatakan inovasi PAPA KEREN dirancang khusus untuk menjangkau masyarakat yang mengalami keterbatasan mobilitas, seperti lansia dan penyandang disabilitas.
“Kami menyadari bahwa dokumen kependudukan seperti KTP-el dan Kartu Keluarga adalah hak dasar setiap warga negara. Melalui program ini, petugas hadir langsung ke rumah warga agar mereka tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh,” ujarnya.
Dalam kegiatan di Desa Bahari tersebut, petugas tidak hanya melakukan perekaman KTP-el, tetapi juga membantu memeriksa dan memperbarui data kependudukan lainnya. Langkah ini penting untuk memastikan data yang tercatat tetap akurat dan sesuai dengan kondisi terbaru warga.
Kehadiran tim Disdukcapil disambut positif oleh keluarga warga dan aparat desa setempat. Layanan langsung ke rumah dinilai sangat membantu, terutama bagi lansia yang kesulitan bepergian atau tidak memiliki pendamping untuk datang ke kantor pelayanan.
Program seperti PAPA KEREN juga memiliki dampak besar bagi masyarakat. Dengan dokumen kependudukan yang lengkap, warga lansia dapat lebih mudah mengakses layanan kesehatan, jaminan sosial, hingga berbagai program bantuan pemerintah yang mensyaratkan identitas resmi.
Selain itu, validitas data kependudukan yang baik juga mendukung pemerintah dalam menyalurkan bantuan secara tepat sasaran. Karena itu, masyarakat diimbau untuk segera melaporkan perubahan data keluarga, seperti kelahiran, kematian, atau perpindahan domisili, agar data kependudukan selalu diperbarui.
Melalui layanan jemput bola ini, Disdukcapil Luwu Timur berkomitmen memperluas jangkauan pelayanan hingga ke desa-desa lain. Langkah tersebut diharapkan dapat mewujudkan administrasi kependudukan yang tertib, akurat, dan inklusif, sekaligus memastikan tidak ada warga yang tertinggal dalam memperoleh hak dasar administrasi kependudukan.











