WaraNews.id — Sejumlah pejabat tinggi Turki menyampaikan pesan peringatan May Day dengan menekankan pentingnya peran pekerja dalam pembangunan nasional serta komitmen negara dalam memperkuat perlindungan tenaga kerja.
Ketua Parlemen Turki, Numan Kurtulmuş, menyebut tenaga kerja sebagai fondasi utama pembangunan. Dalam pernyataannya di media sosial, ia menilai kontribusi pekerja tidak hanya menjadi titik awal pertumbuhan, tetapi juga jaminan keberlanjutan ekonomi negara.
“Tenaga kerja adalah awal sekaligus jaminan paling kokoh dalam perjalanan pembangunan negara kita,” ujar Kurtulmuş. Ia juga mengapresiasi para pekerja yang dinilai berperan besar dalam mendorong kesejahteraan dan masa depan Turki.
Senada dengan itu, Wakil Presiden Turki, Cevdet Yılmaz, menempatkan pekerja sebagai aktor kunci dalam proses pembangunan. Ia menyebut pemerintah selama ini berupaya menjadikan pekerja sebagai pusat dalam perumusan kebijakan.
Menurut Yılmaz, berbagai langkah telah diambil untuk melindungi hak pekerja dan memperkuat sistem ketenagakerjaan. “Kami akan terus melanjutkan kebijakan yang melindungi tenaga kerja dan memperkuat kehidupan kerja,” katanya.
Sementara itu, Kepala Komunikasi Kepresidenan Turki, Burhanettin Duran, menekankan bahwa nilai yang lahir dari kerja keras menjadi fondasi masa depan negara. Ia menyebut visi pembangunan Turki ke depan akan tetap berpijak pada penghargaan terhadap tenaga kerja.
Dalam pernyataannya, Duran juga menyinggung visi pembangunan jangka panjang yang dikenal sebagai “Abad Turki”, yang menurutnya menempatkan kerja sebagai elemen utama dalam membangun kekuatan nasional. Ia turut membagikan dokumentasi pertemuan Presiden Recep Tayyip Erdoğan dengan para pekerja sebagai simbol kedekatan pemerintah dengan sektor tenaga kerja.
Dari kalangan organisasi, Ketua Serikat Pengusaha Sektor Publik Pemerintah Daerah (MİKSEN), Fatih Sultan Mehmet Çiçek, menyebut 1 Mei sebagai momentum untuk menegaskan nilai keadilan dan keseimbangan dalam hubungan industrial.
Ia menyatakan, sejak berdiri pada 1997, MİKSEN berupaya menjaga keseimbangan antara kepentingan pekerja dan pengusaha melalui perjanjian kerja bersama, peningkatan upah, serta penguatan aspek keselamatan kerja.
“1 Mei adalah kehormatan bagi tenaga kerja. Kami akan terus memperjuangkan hubungan industrial yang adil dan berkelanjutan,” ujar Çiçek.
Peringatan Hari Buruh tahun ini di Turki tidak hanya menjadi ajang seremoni, tetapi juga momentum refleksi atas peran strategis pekerja dalam pembangunan. Pernyataan para pejabat menunjukkan bahwa isu perlindungan tenaga kerja tetap menjadi agenda penting dalam kebijakan pemerintah.











