WaraNews.id — Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Luwu Timur (DLH) terus memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat dengan meningkatkan kualitas pelayanan di Bank Sampah Cemara. Peningkatan layanan ini terlihat pada kegiatan penimbangan rutin yang berlangsung Selasa (14/4), di mana alur pelayanan berjalan lebih lancar dan tertata sejak dibuka pukul 09.00 WITA.
Sejak pagi, aktivitas penimbangan berlangsung dengan sistem yang lebih terorganisir. Nasabah yang datang membawa sampah terpilah dapat langsung mengikuti alur pelayanan tanpa antrean panjang seperti sebelumnya. Kondisi ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan DLH dalam memastikan masyarakat memperoleh layanan menabung sampah yang lebih nyaman, cepat, dan profesional.
Perbaikan pelayanan tersebut didukung oleh penerapan sistem digital dalam proses administrasi nasabah. Kini, nasabah baru dapat melakukan registrasi secara mandiri dengan memindai barcode yang tersedia di lokasi. Setelah proses registrasi, petugas pada meja timbangan langsung menginput data setoran awal menggunakan sistem spreadsheet digital yang terhubung dengan bagian administrasi.
Dengan sistem tersebut, data hasil penimbangan dapat terintegrasi secara real-time. Bagian administrasi dapat segera memproses pembuatan rekening tabungan nasabah tanpa harus menunggu pencatatan manual seperti sebelumnya. Perubahan ini dinilai mampu memangkas waktu pelayanan sekaligus meminimalkan potensi kesalahan pencatatan.
Langkah digitalisasi ini merupakan hasil evaluasi terhadap pelayanan sebelumnya, terutama dalam menjawab kebutuhan masyarakat akan proses transaksi yang lebih cepat dan akurat. DLH menilai, kemudahan layanan menjadi faktor penting dalam mendorong masyarakat untuk semakin aktif berpartisipasi dalam program bank sampah.
Melalui sistem pelayanan yang semakin modern, DLH berharap minat masyarakat di wilayah Kabupaten Luwu Timur untuk memilah sampah dari rumah dapat terus meningkat. Kebiasaan tersebut dinilai menjadi kunci utama dalam mengurangi volume sampah rumah tangga sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan.
Selain itu, standarisasi pelayanan yang terus ditingkatkan juga diarahkan untuk menjadikan Bank Sampah Cemara sebagai pusat edukasi lingkungan bagi masyarakat. Tidak hanya berfungsi sebagai tempat menabung sampah, bank sampah ini diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi sirkular yang memberi manfaat lingkungan sekaligus nilai ekonomi bagi warga.
Sebelumnya Manajer Bank Sampah Cemara, Muh Risal, mengungkapkan bahwa tingginya jumlah pendaftar membuat pengurus harus bekerja ekstra untuk melayani masyarakat.
“Antusiasme nasabah sangat tinggi, bahkan kami sempat kewalahan melayani antrean. Namun ini menjadi indikator positif bahwa edukasi dan sosialisasi yang selama ini dilakukan mulai menunjukkan hasil,” ujarnya.
Ia menambahkan, partisipasi aktif ASN diharapkan mampu menjadi contoh bagi masyarakat luas dalam membangun kebiasaan memilah dan mengelola sampah dari rumah. Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur masyarakat sangat penting dalam mendukung upaya pengurangan volume sampah di daerah.
Dengan berbagai inovasi yang diterapkan, DLH optimistis pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Luwu Timur akan semakin berkembang dan memberikan dampak nyata terhadap kebersihan lingkungan serta kesejahteraan masyarakat.











