WaraNews.id — Pemerintah Kabupaten Luwu Timur bekerja sama dengan PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menggelar Pasar Murah Gas Elpiji 3 Kg di tujuh kecamatan, Kamis (5/2/2026). Kegiatan ini menjadi langkah cepat pemerintah daerah merespons keluhan masyarakat terkait kelangkaan gas melon serta tingginya harga di tingkat pengecer.
Pelaksanaan pasar murah dipusatkan di sejumlah titik strategis yang mudah dijangkau warga, di antaranya halaman Kantor Camat Nuha, Angkona, Tomoni, Kalaena, dan Tomoni Timur, Kantor Polsek Towuti, serta kawasan Ex TPI Malili. Melalui program ini, pemerintah daerah berupaya menjaga stabilitas pasokan sekaligus memastikan harga gas bersubsidi tetap terjangkau bagi masyarakat yang berhak.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKMP Luwu Timur, Senfry, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk respon langsung pemerintah atas kondisi di lapangan.
“Pasar Murah Gas Elpiji 3 Kg ini dilaksanakan sebagai respon Bupati Luwu Timur untuk mengatasi kelangkaan di pangkalan serta keluhan warga terkait tingginya harga di pengecer,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp.
Dalam kegiatan tersebut, gas elpiji dijual dengan harga Rp20.000 per tabung, sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang diatur dalam Peraturan Bupati Luwu Timur Nomor 22 Tahun 2021. Harga ini jauh lebih rendah dibandingkan harga di tingkat pengecer yang sempat mencapai Rp28.000 hingga Rp32.000 per tabung.
Antusiasme warga terlihat di berbagai lokasi, salah satunya di Kecamatan Tomoni Timur. Sejak pukul 10.00 WITA, masyarakat telah memadati halaman Kantor Camat Tomoni Timur dan mengikuti prosedur pembelian dengan tertib.
Ni Kadek Suriani, warga Desa Kertoraharjo, mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar murah tersebut.
“Kalau beli di eceran harganya mahal, bisa sampai 30 ribu bahkan lebih. Di sini sangat membantu karena harganya 20 ribu, mudah didapat dan stoknya juga banyak,” ungkapnya.
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pengawasan distribusi gas elpiji bersubsidi agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan. Pasar murah ini diharapkan menjadi solusi jangka pendek untuk menekan lonjakan harga dan mengatasi kelangkaan yang kerap terjadi di tengah masyarakat.
Ke depan, Pemkab Luwu Timur berencana kembali menggelar pasar murah gas elpiji 3 kg pada bulan Ramadan, mengingat meningkatnya kebutuhan rumah tangga menjelang Idul Fitri.











