Verifikasi 20 Desa Dimulai, Lutim Perkuat Upaya Putus Mata Rantai Penyakit Berbasis Lingkungan

WaraNews.id — Upaya mewujudkan lingkungan yang sehat dan bebas dari penyakit berbasis sanitasi terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Luwu Timur. Melalui Dinas Kesehatan, verifikasi lapangan Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) mulai dilakukan di 20 desa dan kelurahan sebagai langkah memastikan penerapan pola hidup bersih benar-benar berjalan di tengah masyarakat.

Verifikasi yang berlangsung pada 9–11 Juni dan berlanjut 17–18 Juni 2026 itu tidak sekadar menjadi agenda penilaian administratif. Tim gabungan lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turun langsung ke lapangan untuk menguji apakah lima pilar STBM telah diterapkan secara nyata oleh warga.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Luwu Timur, dr. Helmy Kahar, memimpin langsung tim verifikator bersama Dr. Syaifullah yang hadir mewakili Bupati Luwu Timur dalam pembukaan kegiatan, Selasa (9/6/2026).

Menurut Dr. Syaifullah, keberhasilan sebuah desa mencapai status STBM bukanlah hasil kerja singkat, melainkan proses panjang yang dibangun melalui kesadaran masyarakat dan kolaborasi berbagai pihak.

“Desa STBM lahir dari komitmen dan gotong royong masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan layak bagi generasi mendatang,” katanya.

Ia menegaskan, tujuan utama verifikasi bukan sekadar menentukan kelulusan sebuah desa, tetapi memastikan lima pilar STBM terus dijalankan secara berkelanjutan. Tim verifikator juga bertugas mencocokkan laporan yang telah disampaikan pemerintah desa dengan kondisi nyata di lapangan.

“Yang ingin kita capai bukan hanya status atau sertifikat, tetapi masyarakat yang sehat, produktif, dan mampu menekan risiko penyakit akibat lingkungan yang kurang sehat,” ujarnya.

Dalam proses verifikasi, tim dibagi menjadi dua kelompok. Setiap desa akan diperiksa melalui pengambilan sampel di 20 rumah tangga, sekaligus melakukan peninjauan langsung terhadap fasilitas sanitasi di lingkungan kantor desa dan sekolah sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Pelaksanaan program ini melibatkan berbagai OPD di lingkup Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, mulai dari Bapperida, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas PUPR, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Dinas Sosial dan P3A, hingga unsur kesehatan masyarakat.

Tak hanya pemerintah, proses verifikasi juga mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Kepala desa, kepala puskesmas, kepala sekolah, Ketua BPD, petugas sanitarian, tenaga promosi kesehatan, kepala dusun, RT/RW, kader kesehatan, tokoh masyarakat, TP PKK, Forum Kecamatan, Pokja Desa Sehat, hingga Tim Kerja STBM ikut terlibat dalam kegiatan tersebut.

Keterlibatan banyak pihak ini menunjukkan bahwa persoalan sanitasi bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan semata, melainkan gerakan bersama untuk membangun desa yang lebih sehat dan berkualitas. Melalui verifikasi lapangan ini, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur berharap budaya hidup bersih dan sehat dapat semakin mengakar di masyarakat serta menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas hidup warga di masa depan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page