WaraNews.id — Komitmen membangun kesadaran lingkungan terus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Hal itu terlihat dalam kegiatan sosialisasi program kerja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar yang digelar Persekutuan Pemuda Gereja Toraja (PPGT) Klasis Makassar Timur di Gereja Toraja Jemaat Lanraki Biringkanaya, Sabtu (18/4/2026).
Kegiatan pembinaan berbasis kemasyarakatan tersebut menghadirkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Dr. Helmy Budiman, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat, khususnya generasi muda, dalam mendukung keberhasilan program pengelolaan lingkungan di Kota Makassar.
Menurutnya, keberhasilan program lingkungan tidak dapat berjalan maksimal tanpa dukungan dan partisipasi aktif masyarakat. Karena itu, sosialisasi kepada komunitas keagamaan, termasuk pemuda gereja, menjadi langkah strategis dalam membangun kesadaran kolektif menjaga lingkungan.
“Keberhasilan program kerja pemerintah sangat ditentukan oleh sinergi yang baik antara pemerintah dan masyarakat. Sosialisasi seperti ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan,” ujarnya.
Kegiatan sharing session tersebut diikuti oleh anggota PPGT se-Klasis Makassar Timur, serta melibatkan unsur kaum bapak dan kaum wanita. Selain pemaparan materi terkait program kerja DLH, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi interaktif yang memberi ruang bagi peserta untuk menyampaikan aspirasi serta bertanya langsung terkait berbagai persoalan lingkungan di sekitar mereka.
Diskusi tersebut membahas sejumlah isu penting, mulai dari pengelolaan sampah rumah tangga, pentingnya pemilahan sampah dari sumbernya, hingga peran komunitas dalam mendukung gerakan kebersihan lingkungan di tingkat wilayah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda Gereja Toraja Klasis Makassar Timur, semakin meningkat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Partisipasi aktif masyarakat dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan lingkungan yang sehat serta mendukung terciptanya Kota Makassar yang bersih dan bebas dari permasalahan sampah.
Selain sebagai forum edukasi, kegiatan ini juga menjadi wadah mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun budaya peduli lingkungan secara berkelanjutan, dimulai dari lingkup keluarga hingga komunitas.











