Geopark Matano Didorong Jadi Geopark Nasional, PT Vale Perluas Program Konservasi

WaraNews.id — PT Vale Indonesia Tbk terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan Geopark Matano di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, yang saat ini tengah diusulkan menjadi Geopark Nasional.

Dukungan tersebut disampaikan oleh Senior Coordinator PTPM Livelihood PT Vale Indonesia, Sainab Husain Paragay, dalam kegiatan halalbihalal bersama media se-Luwu Timur di Sorowako, Kamis (16/4).

Sainab mengatakan, dalam rencana pengembangan menuju Geopark Nasional pada 2028 mendatang, PT Vale telah menjalankan sejumlah program yang berfokus pada konservasi ekosistem Danau Matano, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan ekowisata di wilayah sekitar danau.

Beberapa program utama yang dijalankan antara lain program “Matano Iniaku”, yakni inovasi pengembangan desa wisata berbasis agroforestri dan praktik pertanian ramah lingkungan. Selain itu, perusahaan juga menjalankan program rehabilitasi dan konservasi Danau Matano melalui kegiatan pembersihan dan pengerukan sampah serta penanaman pohon tembeuwa, tanaman endemik yang berperan penting dalam menjaga kelestarian lingkungan danau.

“Selain itu, kami juga menjalankan program sekolah konservasi alam dan pengembangan ekowisata sebagai bagian dari upaya mendukung Geopark Matano,” ujar Sainab kepada Waranews.id

Ia menjelaskan, program sekolah konservasi alam dilaksanakan melalui inisiatif Laa Waa River Park, yang bertujuan mengedukasi generasi muda tentang pentingnya menjaga kelestarian ekosistem sungai dan hutan. Sementara itu, pengembangan ekowisata dilakukan dengan mendukung inisiatif desa wisata di sekitar Danau Matano, termasuk peningkatan fasilitas di Desa Matano sebagai bagian dari kawasan geopark.

PT Vale juga menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas air Danau Matano, yang selain memiliki nilai ekologis tinggi, juga dimanfaatkan sebagai sumber energi bagi tiga Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) milik perusahaan.

Dalam upaya menjaga keseimbangan ekosistem danau, perusahaan turut menangani ancaman dari spesies ikan invasif seperti ikan louhan dan ikan sapu-sapu yang berpotensi mengganggu kelestarian ikan endemik Danau Matano.

Sebagai solusi, ikan invasif tersebut diolah menjadi pupuk organik cair (POC) yang memiliki nilai ekonomi. Program ini dijalankan bersama mitra akademisi, termasuk Universitas Hasanuddin (Unhas), sebagai strategi pengendalian populasi spesies invasif sekaligus mendukung pertanian ramah lingkungan.

Di akhir kegiatan, Sainab menegaskan bahwa PT Vale akan terus memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan Geopark Matano sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

“Kolaborasi strategis ini bertujuan mewujudkan Geopark Matano dan Sistem Danau Malili sebagai Geopark Nasional melalui penguatan infrastruktur, pelestarian lingkungan, dan pengembangan ekonomi lokal,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *