MALILI — DPRD Kabupaten Luwu Timur menyoroti kebutuhan perbaikan jembatan kayu Rende-Rende dan Dandawasu di Desa Parumpanai serta kelanjutan rencana pembangunan Bandara Maliwowo dalam pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2027.
Sorotan tersebut disampaikan melalui pemandangan umum Fraksi Gerakan Persatuan Rakyat (GPR) terhadap Ranperda APBD 2027 dalam rapat paripurna DPRD Luwu Timur, Kamis (22/10/2026). Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Luwu Timur, Hj. Puspawati Husler, menyampaikan jawaban pemerintah atas sejumlah hal yang menjadi perhatian fraksi.
Dalam jawabannya, Puspawati menyatakan bahwa perbaikan jembatan kayu Rende-Rende dan Dandawasu di Desa Parumpanai telah dimasukkan dalam perencanaan anggaran daerah tahun 2027.
Kepastian tersebut menjadi salah satu tindak lanjut pemerintah terhadap kebutuhan infrastruktur yang disoroti DPRD. Meski demikian, pelaksanaan perbaikan masih harus mengikuti proses pembahasan dan penetapan APBD serta tahapan sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain persoalan jembatan, DPRD melalui Fraksi GPR juga menyoroti kelanjutan rencana pembangunan Bandara Maliwowo. Menanggapi hal tersebut, pemerintah kabupaten menjelaskan bahwa proses penerbitan Keputusan Menteri Perhubungan tentang Penetapan Lokasi Bandara Baru masih berlangsung.
Pemerintah menyatakan terus mendorong penyelesaian tahapan administrasi tersebut agar rencana pembangunan bandara dapat berlanjut.
Jawaban pemerintah atas pemandangan umum fraksi disampaikan dalam rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Luwu Timur, Ober Datte, serta dihadiri pimpinan dan anggota DPRD bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Luwu Timur.
Pembahasan Ranperda APBD 2027 menjadi salah satu ruang bagi DPRD untuk menyampaikan kebutuhan masyarakat, mengawasi perencanaan anggaran, dan mendorong pemerintah daerah menetapkan program pembangunan berdasarkan skala prioritas.
Melalui pembahasan tersebut, DPRD diharapkan dapat mengawal agar kebutuhan infrastruktur masyarakat, termasuk perbaikan jembatan di Desa Parumpanai, memperoleh perhatian dalam penganggaran. Sementara itu, perkembangan rencana Bandara Maliwowo tetap menjadi perhatian dalam upaya mendorong pembangunan dan konektivitas wilayah Luwu Timur.











