News  

Balitbangda Gowa Gelar FGD Kajian Riset 2026, Fokus Pariwisata dan UMKM

WaraNews.id — Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kabupaten Gowa mulai mengarahkan penyusunan kebijakan pembangunan daerah berbasis riset melalui Focus Group Discussion (FGD) Kajian Kelitbangan Tahun 2026 yang digelar di Ruang Rapat Badan Pengelolaan Keuangan Daerah, Kantor Bupati Gowa, Kamis (21/5).

Forum ini menjadi ruang pembahasan awal untuk merumuskan arah penelitian daerah yang lebih terukur dan sesuai kebutuhan pembangunan, khususnya pada sektor yang dinilai memiliki dampak langsung terhadap ekonomi masyarakat.

Kegiatan yang mengusung tema “Menata Riset, Menata Masa Depan: Merumuskan Kebijakan Tepat dan Akurat untuk Kemajuan Daerah” tersebut difokuskan pada dua kajian utama, yakni pengembangan sektor pariwisata serta penguatan koperasi dan UMKM.

Kepala Balitbangda Kabupaten Gowa, Muh Taslim, menegaskan bahwa kajian kelitbangan menjadi instrumen penting dalam menghasilkan kebijakan berbasis data dan kebutuhan riil masyarakat.

“Kajian kelitbangan menjadi instrumen penting dalam menghasilkan kebijakan berbasis riset dan kebutuhan nyata masyarakat. Kami berharap FGD ini melahirkan masukan strategis untuk mendukung pembangunan daerah yang inovatif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menambahkan, hasil kajian diharapkan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi dapat diterapkan langsung dalam program pembangunan daerah melalui sinergi antar perangkat daerah dan akademisi.

“Kami ingin hasil kajian ini benar-benar menjawab kebutuhan daerah. Karena itu, sinergi antar perangkat daerah dan akademisi penting agar rekomendasi yang dihasilkan memberi dampak positif bagi masyarakat,” katanya.

Dari sisi akademisi, Prof. Akhmad menilai riset daerah perlu diarahkan pada persoalan nyata yang dihadapi masyarakat agar hasilnya lebih aplikatif dan mudah diterapkan.

“Penelitian daerah harus menjadi dasar pengambilan keputusan yang konkret. Ketika riset disusun sesuai kebutuhan daerah, hasilnya akan lebih mudah diterapkan dalam program pembangunan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Gowa, Abd Halim Hamid, menyebut kajian pengembangan koperasi dan UMKM menjadi langkah penting dalam memperkuat ekonomi masyarakat, terutama pelaku usaha lokal.

“Melalui kajian ini, kami berharap lahir rekomendasi yang mampu memperkuat kapasitas pelaku usaha dan meningkatkan daya saing produk lokal,” ungkapnya.

Melalui FGD ini, Balitbangda Gowa berharap terbentuk kesepahaman lintas perangkat daerah dalam menyusun rekomendasi kebijakan berbasis riset, yang tidak hanya akademis tetapi juga bisa diimplementasikan dalam pembangunan daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page