Pemkab Lutim Sediakan Rumah Singgah Gratis di Makassar, Perkuat Layanan Kesehatan Warga Rujukan

WaraNews.id — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur terus memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat melalui penyediaan fasilitas rumah singgah gratis bagi warga yang menjalani rujukan pengobatan di Makassar. Program ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam dan Wakil Bupati Hj. Puspawati Husler dalam memastikan masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang layak dan berkelanjutan.

Rumah singgah tersebut disiapkan di kawasan Jalan Jalur Lingkar Barat, Tamalanrea Indah, Makassar, yang lokasinya strategis dan dekat dengan rumah sakit rujukan. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu mengurangi beban masyarakat, khususnya bagi keluarga pasien yang harus mendampingi pengobatan dalam waktu cukup lama.

Selain menyediakan tempat tinggal sementara, rumah singgah ini dilengkapi berbagai fasilitas penunjang kebutuhan harian. Mulai dari tempat tidur, kamar mandi, lemari pakaian, hingga perlengkapan memasak disediakan agar warga dapat tinggal dengan nyaman selama proses pengobatan berlangsung. Dengan fasilitas tersebut, masyarakat cukup membawa kebutuhan pribadi tanpa harus memikirkan biaya tambahan untuk tempat tinggal.

Keberadaan rumah singgah ini mendapat respons positif dari masyarakat yang merasakan langsung manfaatnya. Salah satunya Jumati, warga Kecamatan Wasuponda, yang datang ke Makassar untuk mendampingi bapak mertuanya menjalani perawatan setelah dirujuk dari RS Primaya Sorowako.

Ia mengaku sempat kebingungan mencari tempat tinggal saat pertama tiba di Makassar. Namun setelah mendapat informasi mengenai fasilitas rumah singgah dari Pemkab Luwu Timur, dirinya merasa sangat terbantu.

“Awalnya kami bingung karena tidak punya tempat tinggal. Tapi setelah mendapat kabar ada rumah singgah dari Pemkab Luwu Timur, kami langsung datang dan direspons dengan baik. Fasilitasnya lengkap, mulai dari tempat tidur, kulkas, pemanas nasi dan air, hingga TV dan lemari. Semua gratis,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Senin (13/4/2026).

Pengalaman serupa disampaikan Matriel Sanco’o (66), warga Desa Tampinna, Kecamatan Angkona, yang telah dua minggu tinggal di rumah singgah untuk mendampingi anaknya menjalani operasi di Makassar.

Menurutnya, keberadaan rumah singgah sangat membantu meringankan beban keluarga pasien, terutama dari sisi biaya tempat tinggal selama menjalani pengobatan.

“Selama di sini kami tinggal dengan fasilitas lengkap, ada tempat tidur dan kamar mandi, semuanya gratis. Kami sangat bersyukur atas bantuan ini,” tuturnya.

Matriel juga mengaku pernah bertemu langsung dengan Bupati Luwu Timur dan menyampaikan kondisi kesehatan anaknya yang telah beberapa kali menjalani operasi. Ia berharap program layanan kesehatan seperti ini dapat terus berlanjut demi membantu masyarakat yang membutuhkan.

Sementara itu, Josua, keluarga pasien lainnya, mengungkapkan rasa aman dan nyaman selama memanfaatkan fasilitas rumah singgah. Ia menilai program ini sangat membantu masyarakat yang harus menjalani pengobatan di luar daerah.

“Selama kurang lebih dua minggu di Makassar, kami difasilitasi rumah singgah secara gratis tanpa biaya sedikit pun. Fasilitasnya lengkap, mulai dari alat memasak hingga kamar mandi. Harapan kami program ini terus berlanjut,” ungkapnya.

Di sisi lain, Pelaksana Tugas Direktur RSUD I Lagaligo, dr. Irfan, menjelaskan bahwa layanan rumah singgah resmi mulai beroperasi sejak 1 April 2026. Saat ini, pihaknya menyediakan tiga kamar hunian untuk menampung keluarga pasien rujukan dari Luwu Timur.

“Untuk sementara kami menyediakan tiga kamar hunian. Ke depan, jumlah kamar akan ditambah sesuai kebutuhan pasien,” jelas dr. Irfan, Rabu (15/4/2026).

Ia menambahkan, rumah singgah diperuntukkan khusus bagi pasien rujukan asal Luwu Timur. Selama kamar masih tersedia, masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas tersebut tanpa batasan waktu tertentu, selama pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit rujukan.

Program rumah singgah ini menjadi salah satu langkah nyata Pemkab Luwu Timur dalam memperkuat sistem layanan kesehatan daerah, sekaligus memastikan masyarakat tetap mendapatkan pendampingan dan fasilitas yang layak selama menjalani proses pengobatan di luar wilayah. Upaya ini juga mencerminkan keseriusan pemerintah daerah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih inklusif, mudah diakses, dan berpihak pada kebutuhan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *