WaraNews.id — Upaya menekan angka stunting di Kabupaten Luwu Timur terus dilakukan melalui penguatan koordinasi lintas sektor. Salah satunya melalui pelaksanaan Pra Musrenbang Stunting Tahun 2026 yang digelar di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Luwu Timur, Jumat (6/3/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kepala Bapperida Luwu Timur, Kamal Rasyid, dan diikuti sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) yang berkaitan dengan penanganan stunting. Hadir pula perwakilan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), para camat, serta operator dari tingkat kecamatan, puskesmas, dan OPD.
Forum ini menjadi bagian dari tahapan perencanaan pembangunan daerah yang secara khusus menyoroti penanganan stunting. Pelaksanaannya mengacu pada kebijakan nasional melalui Surat Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 400.9.7/1685/Bangda tentang Pelaksanaan Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting.
Dalam forum tersebut, berbagai capaian program penanganan stunting yang telah berjalan di tingkat kecamatan dan perangkat daerah dibahas secara terbuka. Evaluasi dilakukan dengan melihat hasil analisis situasi yang sebelumnya telah dihimpun oleh masing-masing pihak.
Kepala Bapperida Luwu Timur, Kamal Rasyid, mengatakan kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda rutin, tetapi menjadi ruang untuk menilai sejauh mana langkah-langkah penanganan stunting yang telah dilakukan mampu memberikan dampak di lapangan.
“Melalui forum ini kita dapat melihat sejauh mana upaya yang telah dilakukan oleh perangkat daerah maupun kecamatan dalam percepatan penurunan stunting, sekaligus merumuskan langkah-langkah strategis yang akan dilakukan ke depan,” ujar Kamal.
Selain evaluasi, pembahasan juga difokuskan pada penyusunan rencana intervensi yang akan dilaksanakan pada tahun mendatang. Setiap kecamatan dan OPD diminta mengusulkan program yang dinilai relevan dengan kondisi di wilayah masing-masing.
Menurut Kamal, pemilahan program menjadi tahapan penting agar intervensi yang dilakukan benar-benar tepat sasaran. Ia menilai tidak semua wilayah memiliki persoalan yang sama, sehingga pendekatan yang dilakukan harus menyesuaikan kebutuhan masyarakat setempat.
“Program yang diusulkan harus dipilah dengan baik agar intervensi yang dilakukan tepat sasaran dan mampu memberikan dampak nyata dalam menurunkan angka stunting,” jelasnya.
Dalam diskusi yang berlangsung, sejumlah peserta juga membahas tantangan yang masih dihadapi di lapangan, mulai dari keterbatasan data hingga perlunya peningkatan koordinasi antarinstansi. Hal tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan program penurunan stunting.
Forum Pra Musrenbang ini juga menjadi wadah untuk membangun komitmen bersama antara pemerintah daerah, kecamatan, hingga desa dan kelurahan. Keterlibatan berbagai pihak dinilai penting agar rencana yang disusun tidak hanya berhenti pada tahap perencanaan, tetapi dapat direalisasikan secara berkelanjutan.
Adapun agenda kegiatan meliputi penyusunan dan pengusulan program pencegahan serta percepatan penurunan stunting untuk tahun 2027 yang berasal dari kecamatan dan OPD. Selain itu, peserta juga mendapatkan pendampingan teknis dalam penginputan data usulan program melalui aplikasi Web Monitoring Stunting Bina Bangda.
Melalui tahapan awal ini, pemerintah daerah berharap perencanaan program penanganan stunting dapat lebih terarah dan berbasis data, sehingga langkah-langkah yang diambil ke depan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas kesehatan anak di Kabupaten Luwu Timur.











