PGIW Sulselra Undang Gubernur Sulsel Buka Seminar Nasional di Makassar

MAKASSAR — Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Wilayah Sulawesi Selatan dan Tenggara (PGIW Sulselra) mendorong penguatan peran agama dalam merawat demokrasi, menegakkan keadilan ekologis, serta membangun kehidupan masyarakat yang damai dan berkeadilan. Hal tersebut mengemuka dalam audiensi Pengurus Harian PGIW Sulselra dengan Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, Kamis (15/10/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Ketua Majelis Pekerja Harian (MPH) PGIW Sulselra, Pendeta Yohanis Metris, mengundang Gubernur Sulawesi Selatan untuk hadir sekaligus membuka Seminar Agama-Agama tingkat nasional yang akan digelar di Kota Makassar pada 20–23 Oktober 2026.

Seminar yang diinisiasi oleh Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Pusat dan mengangkat tema “Merawat Demokrasi, Menegakkan Keadilan Ekologis: Panggilan Bersama Agama-Agama bagi Indonesia yang Damai”.

Tema tersebut menegaskan pentingnya peran komunitas agama dalam menjawab berbagai persoalan kebangsaan, termasuk demokrasi, ketimpangan sosial, kemiskinan, dan kerusakan lingkungan.

Pendeta Yohanis Metris menyampaikan bahwa seminar ini menjadi momentum untuk memperkuat kontribusi agama dalam membangun kehidupan berbangsa yang menjunjung tinggi persaudaraan, keadilan, dan perdamaian. Menurutnya, nilai-nilai keagamaan perlu diwujudkan melalui tindakan nyata yang membawa manfaat bagi masyarakat.

“Melalui seminar ini, kami berharap agama-agama semakin memperkuat peran dalam merawat demokrasi, menegakkan keadilan ekologis, dan membangun perdamaian di tengah masyarakat,” ungkap Pendeta Yohanis Metris.

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, mengapresiasi pelaksanaan seminar nasional tersebut. Ia menilai, agama-agama memiliki peran penting dalam membangun kebersamaan dan memperkuat persatuan, terutama melalui kepedulian terhadap persoalan sosial dan lingkungan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.

“Agama harus menjadi kekuatan dalam mempererat persatuan, meningkatkan kepedulian sosial, mengatasi kemiskinan, dan menjaga kelestarian lingkungan,” kata Gubernur Sulsel.

Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan menjadi salah satu persoalan penting yang membutuhkan perhatian bersama. Kerusakan alam akibat eksploitasi sumber daya secara berlebihan dapat menimbulkan dampak luas terhadap kehidupan masyarakat. Karena itu, pembangunan perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan dan memperhatikan kesejahteraan masyarakat.

Dalam perspektif keagamaan, menjaga alam merupakan bagian dari tanggung jawab moral manusia terhadap kehidupan. Kepedulian ekologis tidak cukup diwujudkan melalui seruan, tetapi perlu dilanjutkan dengan tindakan konkret, seperti menjaga kebersihan lingkungan, menggunakan sumber daya secara bertanggung jawab, serta mendukung upaya pelestarian alam demi generasi mendatang.

Selain persoalan lingkungan, seminar tersebut diharapkan menjadi ruang dialog lintas agama untuk memperkuat demokrasi, toleransi, dan keadilan sosial. Perbedaan keyakinan bukanlah penghalang untuk membangun kerja sama, melainkan kekuatan untuk mempererat persaudaraan dan menghadirkan kehidupan masyarakat yang harmonis.

Aris Titti, yang juga Staf Ahli Gubernur Sulawesi Selatan, menyampaikan bahwa seminar nasional tersebut direncanakan dibuka langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia. Kegiatan ini juga akan dihadiri pengurus lintas agama, civitas akademika perguruan tinggi, serta lembaga pemerhati lingkungan.

“Seminar ini diharapkan menjadi ruang dialog lintas agama untuk memperkuat toleransi, membangun kolaborasi, dan mendorong aksi nyata bagi keadilan sosial serta kelestarian lingkungan,” ujar Aris Titi.

Melalui seminar ini, PGI Pusat dan PGIW Sulselra diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, komunitas keagamaan, akademisi, dan pemerhati lingkungan. Kolaborasi tersebut penting agar nilai-nilai agama tidak hanya menjadi pedoman spiritual, tetapi juga menjadi landasan dalam memperjuangkan kemanusiaan, menjaga lingkungan, serta membangun kehidupan yang adil dan damai.

Audiensi tersebut turut dihadiri jajaran Pengurus PGIW Sulselra, yakni Adrianus Sandy Kala’limbong, Lin Baisa, dan Ruben Bela. Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara pemerintah dan komunitas keagamaan dalam merawat kerukunan, memperjuangkan keadilan, serta menjaga kelestarian lingkungan demi terwujudnya Indonesia yang damai dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *