NUHA — Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, membuka Pekan Expo Koperasi dan UMKM tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Lapangan Iniaku, Desa Sorowako, Kecamatan Nuha, Selasa (6/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung dalam rangka memperingati Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 tersebut menjadi ajang mempertemukan pelaku koperasi, UMKM, BUMDes, BUMDesma, pemerintah dan dunia usaha dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan.
Dalam sambutannya, Irwan Bachri Syam menyampaikan rasa syukur karena Luwu Timur dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan Pekan Expo Koperasi dan UMKM Sulsel. Menurutnya, kepercayaan tersebut bukan sekadar menjadi tuan rumah kegiatan, tetapi menjadi kesempatan untuk mempertemukan berbagai potensi ekonomi daerah.
“Bagi kami menjadi tuan rumah Harkopnas bukan sekadar menerima atau menyelenggarakan agenda, tapi kesempatan mempertemukan potensi ekonomi, memperluas jejaring usaha dan memperkenalkan produk unggulan daerah masing-masing, sekaligus memperkuat kebersamaan dalam membangun ekonomi masyarakat,” kata Ibas, sapaan Irwan Bachri Syam.
Ia menegaskan, momentum Hari Koperasi Nasional harus menjadi bagian dari upaya mengubah cara pandang dalam membangun koperasi. Koperasi, kata dia, tidak boleh hanya berhenti sebagai lembaga administratif, tetapi harus berkembang menjadi lembaga ekonomi yang mampu menciptakan transaksi, memperkuat posisi tawar masyarakat dan meningkatkan pendapatan anggotanya.
Menurut Ibas, arah tersebut sejalan dengan program Presiden RI Prabowo Subianto melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), yang menargetkan terbentuknya lebih dari 80.000 koperasi di seluruh Indonesia.
Ia menyebut, implementasi program tersebut juga terus berjalan di Luwu Timur. Dari 128 desa dan kelurahan yang ada, hingga 29 September 2026 tercatat sebanyak 77 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah memiliki bangunan fisik, sementara enam lainnya masih dalam proses pembangunan.
“Alhamdulillah juga sampai saat ini ada 68 koperasi telah menerima kendaraan operasional yang akan menggerakkan distribusi barang dan hasil bumi,” ungkapnya.
Selain itu, terdapat 10 bangunan KDKMP yang masih menunggu hasil verifikasi untuk memasuki tahapan berikutnya. Ibas menyebut, perkembangan pembangunan Koperasi Merah Putih tersebut menempatkan Luwu Timur sebagai salah satu daerah dengan jumlah pembangunan koperasi yang cukup banyak di Sulawesi Selatan.
Tak hanya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, pemerintah daerah juga tengah mendorong pembangunan sembilan Koperasi Nelayan Merah Putih di wilayah Luwu Timur.
Ibas mengatakan, pengembangan koperasi di daerahnya diarahkan melalui pendekatan yang terintegrasi dengan menghubungkan potensi desa, produksi masyarakat, UMKM, koperasi hingga pasar dalam satu rantai ekonomi.
“Kami ingin semua ini terintegrasi dan kami kaitkan dengan program kami di Luwu Timur yakni Pandu Juara. Program ini merupakan pembangunan desa unggul, maju dan sejahtera yang berfokus pada pengembangan komoditas unggulan di tingkat desa,” jelasnya.
Ia menambahkan, melalui program Pandu Juara, pemerintah daerah memberikan dukungan khusus senilai Rp2 miliar untuk setiap desa mulai 2025. Sebanyak 33 desa ditetapkan sebagai desa percontohan program tersebut.
Menurut Ibas, integrasi antara koperasi, UMKM, komoditas unggulan desa dan pasar diharapkan dapat membangun rantai ekonomi yang lebih kuat sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua Panitia Pekan Expo Koperasi dan UMKM Sulawesi Selatan, Senfry Oktavianus, dalam laporannya mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat peran koperasi sebagai salah satu pilar ekonomi kerakyatan.
Kegiatan tersebut juga diarahkan untuk memperluas sinergi antara pemerintah, gerakan koperasi, UMKM, BUMDes, BUMDesma dan dunia usaha.
“Pelaksanaan kegiatan ini mengusung tema ‘Transformasi Koperasi Modern Berdaya, Sulsel Maju Indonesia Berjaya’,” kata Senfry yang juga Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian (Disdagkop-UKMP) Luwu Timur.
Ia menjelaskan, Pekan Expo Koperasi dan UMKM Sulsel 2026 berlangsung selama lima hari, mulai 6 hingga 10 Oktober 2026, dengan pusat kegiatan di Lapangan Iniaku, Sorowako, Kecamatan Nuha.
Diperkirakan sekitar 3.000 peserta dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan akan menghadiri rangkaian kegiatan tersebut.
Usai memberikan sambutan, Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam secara resmi membuka Pekan Expo Koperasi dan UMKM tingkat Provinsi Sulawesi Selatan 2026.











