MALILI — Upaya melindungi pelajar dari ancaman penyalahgunaan narkotika di Kabupaten Luwu Timur diperkuat melalui kolaborasi antara kepolisian dan dunia pendidikan.
Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi Dewan Pendidikan Luwu Timur bersama jajaran pengurus dengan Wakapolres Luwu Timur Kompol Hajriadi di ruang kerjanya, Rabu (19/8/2026).
Dalam pertemuan itu, Ketua Dewan Pendidikan Luwu Timur Hardinang memaparkan sejumlah program kerja, termasuk rencana launching Dewan Pendidikan yang akan dirangkaikan dengan sosialisasi dan penyuluhan bahaya narkoba di sejumlah sekolah.
Hardinang mengatakan, edukasi sejak dini penting untuk membekali pelajar agar mampu memahami bahaya narkotika sekaligus menghindari berbagai pengaruh yang dapat mendorong mereka terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.
“Harapannya, siswa-siswi di Luwu Timur dapat menjadi generasi yang cerdas, berprestasi dan memiliki masa depan yang baik tanpa narkoba,” ujar Hardinang.
Gagasan tersebut mendapat respons positif dari Polres Luwu Timur. Kompol Hajriadi menegaskan, upaya pencegahan narkoba tidak dapat hanya mengandalkan aparat penegak hukum, tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, terutama lingkungan pendidikan.
“Polres Luwu Timur sangat mendukung program Dewan Pendidikan ini. Pencegahan narkoba tidak bisa dilakukan oleh Polri sendiri, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, terutama dunia pendidikan,” kata Hajriadi.
Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis dalam membangun karakter dan memberikan pemahaman kepada pelajar mengenai dampak penyalahgunaan narkotika.
Polres Luwu Timur, kata dia, siap membuka ruang kolaborasi dengan Dewan Pendidikan melalui program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), termasuk edukasi dan penyuluhan langsung kepada pelajar.
“Kita siap bersama-sama memberikan edukasi kepada para pelajar agar mereka memiliki pemahaman yang benar tentang bahaya narkoba,” ujarnya.
Dalam audiensi tersebut, Kompol Hajriadi didampingi Kabag SDM AKP Agusman dan Kasat Narkoba IPTU Jemi Sikala.
Sinergi antara Polres Luwu Timur dan Dewan Pendidikan diharapkan tidak berhenti pada audiensi, tetapi berlanjut dalam program nyata yang menyentuh langsung lingkungan sekolah.
Kolaborasi ini menjadi langkah awal untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan sehat sekaligus memperkuat perlindungan terhadap generasi muda Luwu Timur dari ancaman penyalahgunaan narkotika.











