WaraNews.id — Semangat baru mulai terasa di Kabupaten Luwu Timur menjelang ajang Pekan Olahraga Provinsi Sulawesi Selatan XVIII 2026. Tidak hanya mempersiapkan atlet, daerah ini juga resmi memperkenalkan identitas baru bagi kontingennya, yakni maskot bernama Buttini Matano atau yang akrab disapa Buno.
Maskot tersebut terinspirasi dari ikan Ikan Butini, spesies endemik yang hanya hidup di perairan Danau Matano. Pemilihan simbol ini dinilai menjadi cara kreatif untuk memperkenalkan kekayaan hayati Luwu Timur melalui ajang olahraga tingkat provinsi.
Desain Buno merupakan karya Reza Vahlevy yang terpilih sebagai pemenang dalam sayembara maskot kontingen yang digelar Komite Olahraga Nasional Indonesia Luwu Timur. Selain maskot, sayembara juga menghasilkan desain kostum resmi kontingen.
Ketua KONI Luwu Timur, Herawan Raditya, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemenang dan peserta yang telah berpartisipasi dalam sayembara tersebut. Ia menilai tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan dukungan nyata terhadap kemajuan olahraga daerah.
Menurut Herawan, hadiah bagi para pemenang akan diserahkan dalam rapat kerja anggota KONI tahun 2026 mendatang. Ia juga berharap dukungan masyarakat terus mengalir agar kontingen Luwu Timur mampu meraih hasil terbaik di ajang Porprov nanti.
“Mohon doa masyarakat Luwu Timur agar kontingen kita mampu meraih prestasi yang lebih baik di Porprov 2026 ini,” ujarnya.
Lebih dari sekadar simbol, kehadiran Buno diharapkan menjadi sarana promosi daerah. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Luwu Timur, Andi Tabacina Akhmad, menilai pemilihan ikan endemik sebagai maskot merupakan langkah strategis untuk memperkenalkan potensi wisata daerah, khususnya Danau Matano, kepada masyarakat luas.
“Ini bagian dari promosi yang luar biasa untuk mengangkat potensi wisata daerah,” katanya.
Dalam sayembara tersebut, untuk kategori desain kostum kontingen, karya Wildam berhasil meraih juara pertama, disusul Hartobim di posisi kedua dan Muh Azka Arwin di posisi ketiga. Sementara pada kategori maskot, posisi kedua diraih Fahruddin Jaris dan posisi ketiga oleh Riski Ahmad.
Panitia menyediakan hadiah berupa uang pembinaan bagi para pemenang, yakni Rp5 juta untuk juara pertama, Rp3 juta untuk juara kedua, dan Rp2 juta untuk juara ketiga di masing-masing kategori.
Dengan hadirnya Buno sebagai identitas resmi, Luwu Timur tidak hanya datang ke ajang Pekan Olahraga Provinsi Sulawesi Selatan XVIII 2026 sebagai peserta, tetapi juga membawa pesan tentang budaya dan kekayaan alam daerah. Maskot ini diharapkan mampu menjadi simbol semangat sekaligus saksi lahirnya prestasi atlet Luwu Timur di Porprov XVIII yang akan digelar di wilayah Wajo dan Bone.











