WaraNews.id — Satu tahun kepemimpinan Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam bersama Wakil Bupati Puspawati Husler (Ibas-Puspa) mulai meninggalkan jejak yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Dampaknya tidak hanya terlihat di atas kertas kebijakan, tetapi hadir dalam keseharian warga dari pendidikan, kesehatan, infrastruktur, hingga penguatan ekonomi kecil.
Suasana itu terasa dalam kegiatan syukuran satu tahun kepemimpinan Ibas-Puspa yang digelar di Rumah Kediaman Bupati di Malili, Jumat (27/2/2026). Di tengah keramaian acara, sejumlah warga berbagi cerita tentang perubahan yang mereka alami selama setahun terakhir.
Sejak awal menjabat, Irwan dan Puspawati dikenal mendorong program-program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat. Salah satu yang paling sering disebut warga adalah kebijakan Tiga Kartu Sakti, Kartu Lutim Pintar, Kartu Lutim Sehat, dan Kartu Lansia yang dinilai membantu kelompok rentan dan keluarga berpenghasilan rendah.
Isnawati (37), warga Desa Wewangriu, Kecamatan Malili, mengaku perubahan tersebut terasa nyata, terutama bagi pelaku usaha kecil. Sebagai ibu rumah tangga yang turut menopang ekonomi keluarga, ia merasakan dukungan pemerintah mulai hadir lebih dekat.
“Banyak sekali yang dirasakan selama Bapak Bupati dan Ibu Wakil Bupati menjabat. UMKM sangat merasakan dampaknya,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Misrawati (57), warga Kecamatan Wasuponda. Ia mengatakan keluarganya merasakan langsung manfaat program Kartu Lansia yang membantunya memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Bantuan ini sangat membantu kami. Semoga bapak Bupati dan ibu Wakil Bupati selalu diberi kesehatan untuk melanjutkan kepemimpinannya,” kata Misrawati.
Dari sektor ekonomi, perubahan juga dirasakan oleh Hamsa Usman (46), warga Desa Atue, Kecamatan Malili. Ia menyoroti kebijakan penghapusan retribusi reklame untuk papan nama usaha yang dinilai meringankan beban pelaku UMKM.
“Di bidang ekonomi ini sangat terasa. Penghapusan retribusi papan nama usaha benar-benar membantu pengusaha kecil seperti kami,” ungkapnya.
Cerita-cerita warga tersebut menggambarkan bagaimana kebijakan pemerintah daerah mulai menyentuh lapisan masyarakat paling bawah. Program yang dijalankan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pada upaya menjaga keberlangsungan ekonomi dan kesejahteraan keluarga.
Bagi sebagian warga, satu tahun mungkin belum cukup untuk melihat perubahan besar. Namun, langkah-langkah awal yang dirasakan langsung telah menumbuhkan harapan bahwa pemerintah benar-benar hadir di tengah masyarakat.
Kini, harapan itu mengarah pada satu tujuan bersama Luwu Timur yang terus bergerak maju, dengan pembangunan yang tidak hanya terlihat, tetapi juga dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.











