WaraNews.id — Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, secara resmi membuka Forum Konsultasi Publik Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Gowa Tahun 2027 yang digelar secara virtual dari Peace Room Kantor Bupati Gowa, Selasa (10/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam merumuskan arah pembangunan daerah yang terukur, partisipatif, dan selaras dengan kebijakan pembangunan nasional maupun provinsi.
Dalam sambutannya, Darmawangsyah menekankan pentingnya perencanaan pembangunan yang berbasis data serta kolaborasi lintas sektor. “Perencanaan pembangunan harus disusun berdasarkan data yang akurat dan kebutuhan riil masyarakat. Dengan begitu, setiap program yang direncanakan dapat tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata,” ujarnya.
Forum konsultasi publik tersebut diikuti unsur eksekutif, legislatif, perangkat daerah, akademisi, organisasi masyarakat, serta perwakilan berbagai elemen lainnya. Kegiatan ini menjadi ruang diskusi terbuka untuk menghimpun aspirasi sebagai bahan penyempurnaan dokumen RKPD Tahun 2027.
Menurut Darmawangsyah, keterlibatan berbagai pihak mencerminkan komitmen bersama dalam menciptakan perencanaan yang inklusif dan transparan. “Pembangunan daerah tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Dibutuhkan sinergi dan kolaborasi semua pihak agar kebijakan yang diambil benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” katanya.
Ia juga menyoroti tantangan pembangunan yang semakin kompleks, mulai dari dinamika ekonomi, efisiensi anggaran, hingga kebijakan pemerintah pusat yang memengaruhi pengelolaan keuangan daerah. Karena itu, pemerintah daerah dituntut lebih selektif dalam menentukan prioritas program pembangunan.
Lebih lanjut, Darmawangsyah mengungkapkan banyaknya usulan masyarakat yang mencapai ribuan membutuhkan analisis mendalam. “Kita harus mampu memilah usulan yang benar-benar prioritas. Dengan keterbatasan anggaran, pendekatan berbasis data menjadi kunci agar pembangunan berjalan efektif dan berkelanjutan,” jelasnya.
Ia juga menyinggung pertumbuhan jumlah penduduk Kabupaten Gowa yang mencapai 825.369 jiwa hingga akhir 2025 sebagai tantangan tersendiri dalam perencanaan pembangunan. Menurutnya, pemerintah daerah perlu menyiapkan strategi pembangunan yang adaptif, termasuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata dan peningkatan pendapatan asli daerah.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Gowa, Sujaddan, menjelaskan bahwa forum konsultasi publik merupakan tahapan strategis dalam penyusunan RKPD sesuai amanat regulasi perencanaan pembangunan daerah. “Forum ini menjadi wadah untuk menyerap masukan dari berbagai pihak sehingga arah pembangunan 2027 dapat disusun secara komprehensif dan selaras dengan kebijakan provinsi maupun nasional,” ujarnya.
Ia menambahkan, setiap masukan yang disampaikan peserta akan menjadi bahan penyempurnaan rancangan awal RKPD. “Kami berharap forum ini menghasilkan rekomendasi yang konstruktif agar program pembangunan yang dirumuskan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat serta mempercepat pencapaian target pembangunan daerah,” kata Sujaddan.
Melalui pelaksanaan forum ini, Pemerintah Kabupaten Gowa berkomitmen menghadirkan proses perencanaan pembangunan yang transparan, akuntabel, dan partisipatif. Pemerintah daerah berharap hasil forum mampu memperkuat kualitas kebijakan pembangunan serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan berbagai tanggapan dan usulan dari peserta yang mengikuti forum secara virtual. Pemerintah daerah menegaskan akan menindaklanjuti setiap masukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan Kabupaten Gowa ke depan.
Ia menambahkan, masukan yang diperoleh dari forum ini akan menjadi bahan penyempurnaan rancangan awal RKPD agar selaras dengan visi pembangunan daerah, kebijakan pemerintah provinsi dan pusat, serta kebutuhan riil masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Gowa.
Melalui pelaksanaan forum ini, Pemerintah Kabupaten Gowa berharap proses perencanaan pembangunan Tahun 2027 dapat berjalan lebih transparan, akuntabel, dan partisipatif. Dengan demikian, setiap program yang dirumuskan mampu menjawab tantangan pembangunan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan berbagai tanggapan dan usulan dari peserta yang mengikuti forum secara virtual. Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti setiap masukan yang konstruktif sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas perencanaan dan pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Gowa ke depan.











